Contoh Jurnal Penutup Perusahaan Dagang dan Cara Membuatnya

Contoh Jurnal Penutup Perusahaan Dagang dan Cara Membuatnya

Smallest Font
Largest Font

Penyusunan laporan keuangan pada akhir periode akuntansi merupakan momen krusial bagi setiap entitas bisnis. Salah satu tahapan yang tidak boleh terlewatkan adalah pembuatan jurnal penutup. Dalam artikel ini, kita akan membahas secara mendalam mengenai contoh jurnal penutup perusahaan dagang, fungsi utamanya, serta langkah-langkah teknis yang harus dilakukan agar saldo akun nominal kembali menjadi nol. Pemahaman yang kuat mengenai jurnal penutup akan memastikan bahwa pembukuan periode berikutnya dimulai dengan data yang bersih dan akurat. Perusahaan dagang memiliki karakteristik unik dibandingkan perusahaan jasa, terutama karena adanya komponen persediaan barang dagangan dan Harga Pokok Penjualan (HPP). Hal ini membuat proses penutupan buku menjadi sedikit lebih kompleks. Contoh jurnal penutup perusahaan dagang biasanya melibatkan akun-akun seperti penjualan, retur penjualan, potongan pembelian, hingga beban operasional yang harus dipindahkan ke akun modal melalui perantara akun ikhtisar laba rugi. Mari kita bedah satu per satu komponen dan mekanismenya secara detail.

Mengapa Jurnal Penutup Begitu Penting bagi Perusahaan Dagang?

Jurnal penutup memiliki peran vital dalam menjaga integritas data keuangan. Fungsi utamanya adalah untuk memisahkan pendapatan dan beban antar periode akuntansi. Tanpa jurnal penutup, saldo pendapatan tahun lalu akan bercampur dengan pendapatan tahun berjalan, sehingga menyulitkan pemilik bisnis dalam mengevaluasi kinerja perusahaan secara objektif. Dengan melakukan penutupan buku, akun-akun sementara (temporary accounts) akan ditutup, dan saldonya akan dipindahkan ke akun permanen di neraca. Selain itu, jurnal penutup berfungsi untuk menyajikan saldo modal yang sebenarnya pada akhir periode. Hal ini mencakup pengaruh dari laba bersih atau rugi bersih serta pengambilan pribadi oleh pemilik (prive). Dalam contoh jurnal penutup perusahaan dagang, proses ini memastikan bahwa laporan perubahan modal mencerminkan kondisi riil perusahaan sebelum memasuki periode fiskal yang baru.

Diagram siklus akuntansi perusahaan dagang
Urutan siklus akuntansi mulai dari jurnal umum hingga jurnal penutup pada perusahaan dagang.

Akun-Akun yang Wajib Ditutup pada Akhir Periode

Sebelum melihat contoh jurnal penutup perusahaan dagang secara utuh, Anda perlu memahami akun apa saja yang masuk dalam kategori akun nominal. Akun-akun ini adalah akun yang saldonya harus dinihilkan setiap akhir periode. Berikut adalah daftar akun tersebut:

  • Akun Pendapatan: Termasuk Penjualan dan Pendapatan di luar usaha.
  • Akun Kontra Pendapatan: Seperti Retur Penjualan dan Potongan Penjualan.
  • Akun Beban: Beban gaji, beban sewa, beban penyusutan, dan beban administrasi lainnya.
  • Harga Pokok Penjualan (HPP): Komponen utama dalam perusahaan dagang yang mencatat biaya langsung barang yang terjual.
  • Ikhtisar Laba Rugi: Akun perantara untuk menampung selisih pendapatan dan beban.
  • Prive: Pengambilan aset perusahaan untuk kepentingan pribadi pemilik.

Langkah-Langkah Membuat Jurnal Penutup

Proses pembuatan jurnal penutup dilakukan setelah neraca saldo setelah penyesuaian selesai disusun. Terdapat empat langkah utama dalam menyusun contoh jurnal penutup perusahaan dagang yang sistematis:

1. Menutup Akun Pendapatan

Saldo normal akun pendapatan adalah di sisi kredit. Untuk menutupnya, kita harus mendebet akun pendapatan sebesar saldonya dan mengkredit akun Ikhtisar Laba Rugi. Hal ini mencakup akun penjualan serta pendapatan bunga jika ada.

2. Menutup Akun Beban

Berkebalikan dengan pendapatan, akun beban memiliki saldo normal di debit. Maka, penutupannya dilakukan dengan mengkredit seluruh akun beban (termasuk HPP dan retur penjualan) serta mendebet akun Ikhtisar Laba Rugi.

3. Menutup Akun Ikhtisar Laba Rugi

Setelah dua langkah di atas, akun Ikhtisar Laba Rugi akan menunjukkan saldo debit atau kredit. Jika saldo kredit lebih besar (laba), maka akun ini ditutup dengan mendebet Ikhtisar Laba Rugi dan mengkredit Modal. Jika sebaliknya (rugi), maka Modal didebet dan Ikhtisar Laba Rugi dikredit.

Tabel format jurnal penutup akuntansi
Format standar kolom debet dan kredit dalam penyusunan jurnal penutup.

Contoh Kasus Jurnal Penutup Perusahaan Dagang

Untuk memberikan gambaran yang lebih jelas, mari kita perhatikan kasus simulasi pada PT Niaga Makmur untuk periode yang berakhir pada 31 Desember 2023. Berikut adalah data keuangan singkat sebelum penutupan:

Nama Akun Saldo (Rupiah)
Penjualan 500.000.000
Retur Penjualan 10.000.000
Harga Pokok Penjualan (HPP) 300.000.000
Beban Gaji 50.000.000
Beban Sewa 20.000.000
Prive Pemilik 5.000.000

Berdasarkan data di atas, berikut adalah contoh jurnal penutup perusahaan dagang yang disusun secara kronologis:

  1. Menutup Pendapatan:
    Debit: Penjualan Rp500.000.000
    Kredit: Ikhtisar Laba Rugi Rp500.000.000
  2. Menutup Beban dan Kontra Pendapatan:
    Debit: Ikhtisar Laba Rugi Rp380.000.000
    Kredit: Retur Penjualan Rp10.000.000
    Kredit: HPP Rp300.000.000
    Kredit: Beban Gaji Rp50.000.000
    Kredit: Beban Sewa Rp20.000.000
  3. Menutup Laba Bersih ke Modal:
    (Laba = 500jt - 380jt = 120jt)
    Debit: Ikhtisar Laba Rugi Rp120.000.000
    Kredit: Modal Rp120.000.000
  4. Menutup Prive:
    Debit: Modal Rp5.000.000
    Kredit: Prive Rp5.000.000
"Ketelitian dalam menutup akun HPP dan retur penjualan adalah kunci utama akurasi laporan keuangan pada perusahaan dagang yang memiliki volume transaksi tinggi."

Perbedaan Metode Periodik dan Perpetual dalam Penutupan

Dalam contoh jurnal penutup perusahaan dagang, metode pencatatan persediaan sangat berpengaruh. Jika menggunakan Metode Perpetual, akun HPP sudah terupdate secara real-time, sehingga penutupannya cukup sederhana seperti contoh di atas. Namun, pada Metode Periodik (Fisik), Anda harus terlebih dahulu menentukan saldo persediaan akhir melalui stok opname. Pada metode periodik, akun Persediaan Barang Dagang (awal) harus dikredit untuk dikosongkan, dan Persediaan Barang Dagang (akhir) harus didebet untuk memunculkan saldo baru di neraca. Akun Pembelian, Potongan Pembelian, dan Beban Angkut Pembelian juga ikut ditutup ke dalam akun Ikhtisar Laba Rugi atau langsung ke akun HPP tergantung kebijakan akuntansi perusahaan.

Perbandingan pencatatan akuntansi manual dan software
Penggunaan software akuntansi dapat mengotomatiskan pembuatan jurnal penutup secara instan.

Kesimpulan

Memahami contoh jurnal penutup perusahaan dagang adalah keterampilan dasar yang wajib dimiliki oleh staf akuntansi maupun pemilik usaha. Dengan melakukan penutupan secara tepat, perusahaan dapat memulai periode baru dengan saldo akun nominal yang nol, serta memastikan saldo modal mencerminkan hasil operasional yang sebenarnya. Pastikan Anda selalu melakukan rekonsiliasi data sebelum memulai proses penutupan. Penggunaan software akuntansi modern saat ini memang mempermudah proses ini dengan fitur penutupan otomatis, namun pemahaman logika manual tetap diperlukan sebagai dasar kontrol internal. Dengan laporan keuangan yang rapi dan tertutup sempurna, proses pengambilan keputusan strategis untuk pertumbuhan bisnis Anda akan menjadi lebih mudah dan akurat.

Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow