Menkeu Purbaya Cemas Tutup Buku APBN 2025, Defisit Diperkirakan Melebar

Menkeu Purbaya Cemas Tutup Buku APBN 2025, Defisit Diperkirakan Melebar

Smallest Font
Largest Font

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengakui adanya kecemasan menjelang penutupan buku Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2025. Realisasi penerimaan pajak yang di bawah target berdampak pada pelebaran defisit APBN.

Kecemasan Menjelang Tutup Buku APBN

Sebagai Bendahara Negara yang baru menjabat, Purbaya mengaku terkejut dengan dinamika realisasi anggaran menjelang tutup buku. Bahkan, ia mengaku sampai sulit tidur karena terus memantau masuknya penerimaan negara hingga detik-detik terakhir.

Tantangan Pertama sebagai Bendahara Negara

Menghadapi dinamika anggaran di tahun pertama jabatannya menjadi pengalaman tersendiri bagi Purbaya. Ia merasakan langsung tekanan dalam mengelola keuangan negara.

Defisit APBN Melebar dari Perkiraan

Purbaya menyampaikan bahwa pendapatan negara tahun ini tidak sepenuhnya sesuai dengan prediksi awal. Hal ini menyebabkan defisit APBN 2025 sedikit melebar dari perkiraan semula, yaitu 2,78 persen terhadap produk domestik bruto (PDB).

Penyebab Defisit Melebar

Tidak tercapainya target penerimaan pajak menjadi penyebab utama pelebaran defisit APBN. Kondisi ini menuntut pemerintah untuk lebih berhati-hati dalam mengelola anggaran.

Defisit APBN Tetap Terjaga di Bawah Batas Aman

Meskipun defisit APBN melebar, Purbaya memastikan bahwa angkanya masih berada dalam batas aman. Ia menegaskan bahwa defisit tetap dijaga di bawah 3 persen terhadap produk domestik bruto (PDB), sesuai dengan ketentuan Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara.

Komitmen Pemerintah Menjaga Stabilitas Fiskal

Pemerintah berkomitmen untuk menjaga stabilitas fiskal dengan mengendalikan defisit APBN sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Hal ini penting untuk menjaga kepercayaan investor dan menjaga stabilitas ekonomi makro.

Fokus Pemerintah ke Depan

Pemerintah akan terus berupaya untuk meningkatkan penerimaan negara dan mengelola belanja secara efektif dan efisien. Hal ini dilakukan untuk menjaga defisit APBN tetap terkendali dan mendukung pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.

Upaya Peningkatan Penerimaan Negara

Pemerintah akan mengoptimalkan penerimaan pajak melalui berbagai cara, seperti peningkatan kepatuhan wajib pajak dan penegakan hukum. Selain itu, pemerintah juga akan mencari sumber-sumber penerimaan negara lainnya.

Efisiensi Belanja Negara

Pemerintah akan terus melakukan efisiensi belanja negara dengan memprioritaskan program-program yang memiliki dampak positif terhadap perekonomian dan kesejahteraan masyarakat.

Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow