Startup Shanghai Sulap Teh Jadi Aset Digital dengan AI & Blockchain
Startup asal Shanghai, Teakan Technologies, memanfaatkan teknologi kecerdasan buatan (AI) dan blockchain untuk mengubah teh bernilai tinggi menjadi aset digital. Langkah ini diharapkan dapat menekan angka pemalsuan sekaligus membuka peluang investasi baru di industri teh.
Standarisasi Industri Teh dengan AI dan Blockchain
Teakan Technologies menggunakan teknologi pengenalan gambar AI untuk menciptakan identitas digital unik bagi setiap kue teh pu'er fermentasi yang mereka produksi. Hal ini bertujuan untuk membantu standarisasi industri teh China yang bernilai 100 miliar dolar.
Pendiri Teakan Technologies, Eric Ma, memamerkan aplikasi pelacakan teh berbasis blockchain yang mencatat keaslian dan riwayat kepemilikan teh.
Aplikasi Pelacakan Teh Berbasis Blockchain
Teakan Technologies mendigitalkan gambar unik dari setiap kue teh pu'er fermentasi mereka, yang kemudian dapat dilacak melalui aplikasi. Sama seperti anggur berkualitas tinggi, teh pu'er bermutu tinggi nilainya meningkat seiring bertambahnya usia dan dapat menjadi investasi jangka panjang.
Teh Pu'er Vintage Sebagai Aset Investasi
Teh pu'er vintage bernilai tinggi disimpan dalam fasilitas khusus dengan standar penyimpanan terjamin dan diasuransikan penuh. Kue teh vintage yang berharga bahkan dapat bernilai lebih dari anggur atau wiski, dengan harga mencapai jutaan RMB.
Pada tahun 2013, satu set kue teh dari awal tahun 1900-an terjual seharga 10,35 juta RMB (1,47 juta USD) di lelang Beijing.
Tokenisasi Aset Dunia Nyata (RWA)
Teakan Technologies menerapkan proses tokenisasi aset dunia nyata (RWA) yang menghubungkan produk fisik seperti teh dengan teknologi blockchain. Teakan telah menjual puluhan ribu kue teh mereka, yang diproduksi bekerja sama dengan merek teh legendaris Black Hornet Tea dan Six Famous Tea Mountain, dan masing-masing berharga 700 RMB (99,33 USD).
Tren Baru RWA di China
Teakan menjadi bagian dari sejumlah perusahaan China yang tertarik untuk meluncurkan token aset dunia nyata (RWA), yang menawarkan jalur pendanaan baru untuk produk dan industri khusus. Pohon huanghuali di Hainan bahkan difoto untuk proyek tokenisasi aset biologis, menandai tren baru RWA di China.
Solusi untuk Pemalsuan dan Kurangnya Kepercayaan
Pendiri dan CEO Eric Ma mengatakan Teakan menggunakan sidik jari unik setiap kue teh untuk menawarkan "solusi lengkap" untuk masalah industri seperti pemalsuan dan kurangnya kepercayaan antara pembeli dan penjual dengan menawarkan otentikasi digital, lingkungan penyimpanan yang diasuransikan sepenuhnya, dan catatan kepemilikan yang disimpan di blockchain kata Eric Ma.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow