Beternak Burung Blackthroat Menghasilkan Keuntungan Besar

Beternak Burung Blackthroat Menghasilkan Keuntungan Besar

Smallest Font
Largest Font

Beternak burung blackthroat merupakan salah satu peluang usaha yang sangat menjanjikan di dunia hobi burung kicau saat ini. Burung yang memiliki nama ilmiah Serinus atrogularis ini berasal dari benua Afrika dan sangat diminati karena suara kicauannya yang merdu, ngerol, serta memiliki volume yang stabil. Bagi para penghobi, memelihara burung ini memberikan kepuasan tersendiri, namun beralih ke sisi bisnis, potensi ekonomi yang dihasilkan dari budidaya ini sangatlah menggiurkan. Permintaan pasar terhadap anakan atau piyik hasil penangkaran domestik terus meningkat karena burung hasil ternak biasanya lebih mudah beradaptasi dan lebih cepat gacor dibandingkan burung hasil tangkapan alam.

Dalam menjalankan usaha ini, pemahaman mendalam mengenai karakter burung dan habitat aslinya menjadi kunci utama. Beternak burung blackthroat tidak hanya sekadar menjodohkan dua ekor burung, tetapi melibatkan manajemen pakan, kebersihan lingkungan, serta ketelitian dalam melihat siklus reproduksi. Keunggulan dari burung ini adalah ukurannya yang mungil namun memiliki daya tahan tubuh yang relatif kuat jika dibandingkan dengan beberapa jenis burung finch lainnya. Dengan perawatan yang konsisten, satu pasang indukan dapat berproduksi berkali-kali dalam setahun, memberikan aliran pendapatan yang konsisten bagi para peternak baik skala rumahan maupun skala besar.

sangkar ternak burung blackthroat
Desain sangkar ternak yang ideal untuk mendukung produktivitas burung blackthroat.

Persiapan Sarana dan Lingkungan Budidaya

Langkah pertama dalam beternak burung blackthroat adalah menyiapkan sarana prasarana yang mendukung kenyamanan burung untuk bereproduksi. Sangkar atau kandang ternak menjadi faktor krusial yang menentukan keberhasilan. Anda dapat menggunakan sangkar gantung berukuran standar atau kandang soliter yang disusun secara vertikal untuk menghemat ruang. Hal yang paling penting adalah memastikan lokasi kandang berada di tempat yang tenang, terhindar dari gangguan hewan predator seperti kucing atau tikus, serta memiliki sirkulasi udara yang baik.

Penyediaan kotak sarang juga harus diperhatikan dengan saksama. Secara alami, Serinus atrogularis menyukai tempat bersarang yang agak tertutup namun tetap mudah dipantau. Anda bisa menggunakan kotak kayu kecil atau wadah plastik yang dilapisi dengan serat nanas, rumput kering, atau serat kelapa. Berikut adalah beberapa elemen penting dalam persiapan kandang:

  • Ukuran Sangkar: Minimal 40x40x60 cm agar burung leluasa bergerak.
  • Posisi Tangkringan: Gunakan kayu berdiameter kecil yang stabil untuk memudahkan proses perkawinan.
  • Kebersihan: Wadah kotoran harus dibersihkan setiap hari guna mencegah munculnya jamur dan bakteri.
  • Pencahayaan: Pastikan burung mendapatkan sinar matahari pagi yang cukup untuk membantu metabolisme kalsium.
"Kenyamanan lingkungan adalah faktor penentu 70% keberhasilan dalam proses penangkaran burung jenis finch Afrika seperti blackthroat."

Pemilihan Indukan Blackthroat Berkualitas

Keberhasilan dalam beternak burung blackthroat sangat bergantung pada kualitas materi indukan yang Anda miliki. Untuk mendapatkan anakan yang berkualitas, Anda harus memilih indukan jantan dan betina yang sudah masuk usia produktif, biasanya antara usia 8 hingga 10 bulan. Indukan jantan yang baik ditandai dengan suara kicauan yang rajin (gacor), gerakan yang lincah, serta postur tubuh yang tegak. Sementara itu, indukan betina haruslah sehat, tidak cacat fisik, dan memiliki perut yang bersih serta terlihat mulai berisi (lemak sebagai cadangan energi bertelur).

Membedakan jenis kelamin burung blackthroat bisa menjadi tantangan bagi pemula karena sifatnya yang monomorfik secara sekilas. Namun, indukan jantan biasanya memiliki warna hitam yang lebih pekat di area tenggorokan, sedangkan betina cenderung lebih pudar atau abu-abu. Selain itu, cara paling akurat adalah dengan mendengarkan suaranya; jantan memiliki variasi lagu yang kompleks, sementara betina hanya mengeluarkan bunyi panggilan (call) yang sederhana. Memastikan pasangan yang serasi secara usia akan mempercepat proses penjodohan dan meminimalisir risiko kegagalan produksi.

pakan biji burung finch
Pemberian pakan bijian berkualitas tinggi sangat esensial untuk kesehatan indukan.

Teknik Penjodohan dan Manajemen Perkawinan

Proses penjodohan dalam beternak burung blackthroat memerlukan kesabaran. Jangan langsung menyatukan jantan dan betina dalam satu kandang tanpa perkenalan. Tahap awal dilakukan dengan mendekatkan sangkar kedua burung tersebut agar mereka saling mengenal suara dan karakter satu sama lain. Tanda bahwa burung sudah berjodoh adalah ketika mereka mulai saling menyuapi dari sela-sela jeruji atau ketika sang jantan bernyanyi dengan intens ke arah betina sambil menari-nari kecil.

Setelah terlihat adanya kecocokan, satukan keduanya di sore hari untuk mengurangi risiko perkelahian yang agresif. Pantau interaksi mereka selama beberapa jam pertama. Jika mereka terlihat akur, maka proses perkawinan biasanya akan segera terjadi. Pada fase ini, pemberian extra fooding (pakan tambahan) seperti telur puyuh rebus, sayuran hijau seperti sawi putih, dan biji-bijian yang berkecambah sangat disarankan untuk meningkatkan birahi. Pastikan ketersediaan kalsium dalam bentuk tulang sotong selalu ada di dalam kandang untuk membantu pembentukan cangkang telur yang kuat.

Manajemen Pakan dan Nutrisi Harian

Nutrisi adalah pilar utama dalam beternak burung blackthroat agar indukan tetap produktif dan piyik tumbuh dengan sehat. Komposisi pakan utama terdiri dari campuran biji-bijian seperti milet putih, milet merah, canary seed, dan biji sawi. Namun, biji-bijian saja tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan nutrisi saat fase reproduksi. Protein hewani dan vitamin tambahan harus diberikan secara rutin agar kondisi fisik burung tetap prima.

Berikut adalah daftar pakan yang wajib ada selama proses budidaya:

  1. Mix Seed: Campuran bijian berkualitas sebagai sumber karbohidrat dan lemak.
  2. Sayuran Hijau: Sawi hijau, brokoli, atau mentimun untuk memenuhi kebutuhan serat dan mineral.
  3. Egg Food: Campuran telur rebus dan biskuit halus untuk meningkatkan asupan protein tinggi.
  4. Tulang Sotong: Sumber kalsium utama yang mencegah kondisi egg binding pada betina.
  5. Multivitamin: Tambahkan vitamin cair pada air minum dua kali seminggu untuk menjaga imunitas.

Penyediaan pakan yang variatif tidak hanya meningkatkan kesuburan tetapi juga mencegah kebosanan pada burung. Saat betina mulai mengerami telur, kurangi pemberian pakan yang terlalu memicu birahi tinggi agar jantan tidak mengganggu betina yang sedang mengeram. Fokuslah pada ketenangan lingkungan agar proses inkubasi selama kurang lebih 12-14 hari dapat berjalan lancar hingga menetas.

anakan burung blackthroat
Anakan burung blackthroat yang baru menetas memerlukan perawatan intensif dari induknya.

Perawatan Piyik dan Pasca Menetas

Momen paling kritis dalam beternak burung blackthroat adalah saat telur menetas. Piyik yang baru lahir sangat rentan terhadap perubahan suhu dan kekurangan nutrisi. Pada hari pertama hingga ketujuh, biarkan indukan yang meloloh anaknya secara alami. Tugas Anda adalah memastikan ketersediaan pakan lunak seperti telur puyuh dan kroto segar di dalam kandang. Jangan sering membuka kotak sarang pada fase ini karena dapat membuat indukan stres dan membuang anaknya.

Jika Anda memilih untuk melakukan hand-rearing (loloh sendiri), lakukanlah setelah piyik berusia minimal 10 hari. Gunakan bubur khusus burung finch yang memiliki tekstur sangat halus dan diberikan dalam kondisi hangat. Proses meloloh dilakukan setiap 2-3 jam sekali mulai dari pagi hingga malam hari. Perawatan mandiri ini memiliki keuntungan berupa burung yang lebih jinak terhadap manusia dan memudahkan proses pemasteran suara sejak dini. Dengan konsistensi dalam perawatan, anakan blackthroat akan mulai belajar makan sendiri pada usia 35-40 hari.

Sebagai kesimpulan, beternak burung blackthroat memerlukan perpaduan antara pengetahuan teknis dan kasih sayang terhadap satwa. Dengan mengoptimalkan kualitas indukan, menjaga kebersihan kandang, dan memberikan nutrisi yang seimbang, Anda dapat menjalankan bisnis budidaya ini dengan sukses. Peluang pasar yang masih luas menjadikan burung mungil dari Afrika ini sebagai primadona yang tak lekang oleh waktu di dunia avikultur Indonesia.

Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow