Contoh Soal Perusahaan Dagang untuk Latihan Akuntansi Mandiri

Contoh Soal Perusahaan Dagang untuk Latihan Akuntansi Mandiri

Smallest Font
Largest Font

Memahami akuntansi pada entitas bisnis yang bergerak di bidang perdagangan memerlukan ketelitian yang lebih tinggi dibandingkan dengan perusahaan jasa. Hal ini dikarenakan adanya komponen persediaan barang dagangan (inventory) dan perhitungan harga pokok penjualan (HPP) yang menjadi inti dari operasional bisnis tersebut. Mempelajari contoh soal perusahaan dagang merupakan langkah paling efektif bagi para pelajar, mahasiswa, maupun praktisi pemula untuk menguasai alur pencatatan transaksi secara sistematis dan akurat.

Dalam artikel ini, kita akan membedah secara mendalam berbagai skenario transaksi yang sering muncul dalam operasional harian. Mulai dari pembelian barang, penjualan, retur, hingga pemberian potongan harga. Dengan mengikuti simulasi transaksi ini, Anda diharapkan mampu memahami logika di balik penjurnalan, baik dengan menggunakan metode periodik maupun metode perpetual, yang menjadi standar dalam industri akuntansi modern saat ini.

Karakteristik Utama Akuntansi Perusahaan Dagang

Sebelum masuk ke dalam bagian utama mengenai contoh soal perusahaan dagang, penting bagi kita untuk menyamakan persepsi mengenai apa yang membedakan perusahaan dagang dengan jenis usaha lainnya. Perusahaan dagang adalah organisasi bisnis yang membeli barang dari pemasok dan menjualnya kembali kepada pelanggan tanpa mengubah bentuk fisik atau nilai guna barang tersebut secara signifikan. Fokus utamanya adalah pada manajemen stok dan margin keuntungan dari selisih harga jual dan harga beli.

Beberapa akun khusus yang akan sering Anda jumpai dalam latihan soal meliputi:

  • Persediaan Barang Dagangan: Stok barang yang tersedia untuk dijual.
  • Pembelian: Akun untuk mencatat perolehan barang dagang.
  • Penjualan: Akun pendapatan utama dari pelepasan barang dagang.
  • Potongan Pembelian/Penjualan: Insentif pembayaran tepat waktu (seperti termin 2/10, n/30).
  • Beban Angkut: Biaya pengiriman barang (FOB Shipping Point atau FOB Destination).
"Akurasi dalam pencatatan persediaan adalah kunci utama dalam menentukan laporan laba rugi yang valid pada perusahaan dagang. Kesalahan kecil pada nilai stok awal atau akhir dapat berdampak signifikan pada perhitungan margin kotor."
Infografis siklus akuntansi perusahaan dagang
Alur lengkap mulai dari bukti transaksi hingga menjadi laporan keuangan yang siap diaudit.

Contoh Soal Perusahaan Dagang dengan Metode Periodik

Mari kita simulasikan transaksi pada PT Mandiri Jaya yang bergerak di bidang perdagangan alat tulis kantor selama bulan Januari 2024. Perusahaan ini menggunakan sistem pencatatan periodik (fisik) untuk mengelola persediaannya.

Tanggal Transaksi yang Terjadi
02 Jan Membeli barang dagang dari PT ABC seharga Rp 10.000.000 secara kredit dengan syarat 2/10, n/30.
05 Jan Membayar beban angkut pembelian sebesar Rp 500.000 tunai.
07 Jan Mengembalikan barang yang rusak kepada PT ABC senilai Rp 1.000.000.
10 Jan Menjual barang dagang secara tunai kepada Toko Berkah senilai Rp 5.000.000.
12 Jan Melunasi utang kepada PT ABC atas transaksi tanggal 2 Januari.
15 Jan Menjual barang dagang secara kredit kepada CV Laris seharga Rp 8.000.000 dengan syarat 2/15, n/30.

Berdasarkan data di atas, berikut adalah pembahasan jawaban untuk setiap transaksi dalam format jurnal umum:

Analisis Penjurnalan Transaksi

1. Transaksi Tanggal 02 Januari
Karena dilakukan secara kredit, maka akun yang berpengaruh adalah Pembelian (Debet) dan Utang Dagang (Kredit). Syarat 2/10, n/30 menandakan adanya potensi diskon jika dilunasi dalam 10 hari.

2. Transaksi Tanggal 05 Januari
Beban angkut pembelian dicatat terpisah dalam metode periodik. Akunnya adalah Beban Angkut Pembelian (Debet) dan Kas (Kredit).

Contoh pencatatan jurnal umum akuntansi
Pencatatan yang rapi memudahkan proses posting ke buku besar nantinya.

Penyusunan Jurnal Umum Perusahaan Dagang

Berikut adalah ringkasan jurnal umum untuk mempermudah visualisasi jawaban dari contoh soal perusahaan dagang di atas:

Tanggal Akun dan Keterangan Debet (Rp) Kredit (Rp)
02 Jan Pembelian
  Utang Dagang
10.000.000 10.000.000
05 Jan Beban Angkut Pembelian
  Kas
500.000 500.000
07 Jan Utang Dagang
  Retur Pembelian & PH
1.000.000 1.000.000
10 Jan Kas
  Penjualan
5.000.000 5.000.000
12 Jan Utang Dagang
  Potongan Pembelian
  Kas
9.000.000 180.000
8.820.000

Penjelasan untuk pelunasan tanggal 12 Januari: Utang awal Rp 10.000.000 dikurangi retur Rp 1.000.000 sehingga sisa utang Rp 9.000.000. Karena dibayar dalam masa diskon (kurang dari 10 hari), maka mendapat potongan 2% dari Rp 9.000.000, yaitu Rp 180.000.

Perbedaan Pencatatan Metode Perpetual

Dalam contoh soal perusahaan dagang yang menggunakan metode perpetual, setiap terjadi transaksi penjualan atau pembelian, akun Persediaan Barang Dagangan akan langsung diperbarui. Hal ini memungkinkan perusahaan untuk mengetahui saldo stok kapan saja tanpa harus melakukan penghitungan fisik (stock opname) setiap saat.

Sebagai contoh, jika pada tanggal 10 Januari nilai HPP dari barang yang dijual adalah Rp 3.500.000, maka dalam metode perpetual, jurnalnya adalah:

  1. Kas (D) Rp 5.000.000 dan Penjualan (K) Rp 5.000.000
  2. Harga Pokok Penjualan (D) Rp 3.500.000 dan Persediaan Barang Dagangan (K) Rp 3.500.000

Metode ini sangat disarankan untuk perusahaan yang memiliki barang dengan nilai satuan yang tinggi atau perusahaan yang sudah menggunakan sistem komputerisasi terintegrasi (Point of Sales).

Tampilan laporan laba rugi perusahaan dagang
Struktur laporan laba rugi yang memisahkan antara pendapatan operasional dan beban pokok.

Latihan Mandiri: Menghitung Harga Pokok Penjualan

Salah satu bagian tersulit dalam contoh soal perusahaan dagang biasanya terletak pada perhitungan Harga Pokok Penjualan (HPP) di akhir periode jika menggunakan metode periodik. Gunakan rumus berikut untuk menguji pemahaman Anda:

HPP = Persediaan Awal + Pembelian Bersih - Persediaan Akhir

Dimana Pembelian Bersih dihitung dengan: (Pembelian + Beban Angkut Pembelian) - (Retur Pembelian + Potongan Pembelian).

Cobalah hitung HPP jika diketahui data berikut:

  • Persediaan Awal: Rp 20.000.000
  • Pembelian selama periode: Rp 50.000.000
  • Beban Angkut Pembelian: Rp 2.000.000
  • Retur Pembelian: Rp 1.500.000
  • Persediaan Akhir (hasil fisik): Rp 15.000.000

Jawaban:
Pembelian Bersih = (50.000.000 + 2.000.000) - 1.500.000 = Rp 50.500.000.
HPP = 20.000.000 + 50.500.000 - 15.000.000 = Rp 55.500.000.

Kesimpulan Mengenai Latihan Soal Akuntansi Dagang

Menguasai berbagai contoh soal perusahaan dagang adalah investasi waktu yang sangat berharga bagi siapa saja yang ingin terjun ke dunia keuangan. Dengan memahami logika di balik jurnal khusus, penggunaan termin pembayaran, hingga perhitungan HPP, Anda akan memiliki fondasi yang kuat dalam menyusun laporan keuangan yang kredibel.

Penting untuk diingat bahwa kunci sukses dalam belajar akuntansi bukan sekadar menghafal posisi Debet dan Kredit, melainkan memahami substansi ekonomi dari setiap transaksi yang terjadi. Teruslah berlatih dengan variasi soal yang berbeda untuk meningkatkan ketajaman analisis Anda dalam menghadapi kasus dunia nyata di industri perdagangan.

Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow