Beternak Burung Parkit Menghasilkan Keuntungan Melimpah
Mengenal Potensi Usaha Beternak Burung Parkit
Beternak burung parkit atau yang secara ilmiah dikenal sebagai Melopsittacus undulatus merupakan salah satu hobi yang kini bertransformasi menjadi bisnis menguntungkan. Burung yang berasal dari Australia ini sangat populer karena warna bulunya yang indah dan kecerdasannya dalam berinteraksi dengan manusia. Bagi para pemula, memulai usaha ini membutuhkan kesabaran dan pengetahuan mendalam mengenai siklus hidup unggas psittacine agar hasil produksinya maksimal.
Kunci utama dalam keberhasilan beternak burung parkit terletak pada pemahaman mengenai search intent dari kebutuhan burung itu sendiri. Lingkungan yang nyaman, nutrisi yang seimbang, serta manajemen sanitasi yang ketat akan sangat memengaruhi tingkat fertilitas telur. Dalam artikel ini, kita akan membahas secara mendalam setiap tahapan teknis yang diperlukan untuk membangun penangkaran parkit yang produktif dan berkelanjutan.
Persiapan Kandang Budidaya Parkit yang Ideal
Langkah pertama dalam beternak burung parkit adalah menyediakan hunian yang memadai. Terdapat dua sistem perkandangan yang umum digunakan, yaitu sistem soliter dan sistem kandang koloni. Sistem koloni lebih disukai karena memungkinkan burung bersosialisasi dan memilih pasangannya secara alami, yang seringkali meningkatkan keberhasilan perkawinan.

Kandang harus ditempatkan di lokasi yang mendapatkan sinar matahari pagi namun terlindungi dari angin kencang dan hujan. Ukuran kandang minimal untuk satu pasang adalah 60x40x40 cm, namun untuk sistem koloni, luasnya harus menyesuaikan dengan jumlah populasi. Pastikan juga tersedia glodok kayu sebagai tempat bertelur dan mengerami anakan. Kebersihan dasar kandang harus dijaga dengan membersihkan kotoran secara rutin guna mencegah penyebaran parasit atau jamur yang berbahaya.
Memilih Indukan Parkit Berkualitas Unggul
Kualitas keturunan sangat ditentukan oleh kualitas indukan berkualitas yang Anda pilih. Untuk mendapatkan hasil terbaik, pilihlah burung yang sudah berumur minimal 8 hingga 10 bulan. Pada usia ini, organ reproduksi parkit sudah matang sempurna sehingga risiko kegagalan saat bertelur (egg binding) dapat diminimalisir. Pastikan burung memiliki postur tubuh yang tegap, bulu bersih, mata bersinar, dan tidak cacat fisik.
Keberhasilan penangkaran parkit sangat bergantung pada pemilihan pasangan yang serasi dan kondisi fisik indukan yang sedang dalam masa puncak reproduksi.
Membedakan jenis kelamin parkit dewasa cukup mudah melalui pengamatan pada bagian cere (area di atas paruh). Parkit jantan memiliki cere berwarna biru cerah atau ungu, sedangkan parkit betina memiliki cere berwarna putih krem atau cokelat tua saat sedang berahi. Memilih pasangan yang aktif bergerak merupakan indikasi bahwa burung tersebut memiliki stamina yang baik untuk proses pengeraman nantinya.
Manajemen Pakan dan Nutrisi Harian
Nutrisi merupakan pilar penting dalam beternak burung parkit. Makanan pokok mereka adalah pakan milet putih yang kaya akan karbohidrat. Namun, pemberian milet saja tidak cukup untuk mendukung masa reproduksi. Anda perlu memberikan variasi biji-bijian lain seperti biji sawi, oat, dan milet merah untuk memenuhi kebutuhan asam amino esensial.

Selain biji-bijian, berikanlah sayuran segar seperti kangkung, jagung muda, dan brokoli sebagai sumber vitamin. Tulang sotong atau grit juga wajib tersedia di dalam kandang sebagai sumber kalsium. Kalsium sangat krusial bagi parkit betina dalam pembentukan cangkang telur yang kuat. Tanpa kalsium yang cukup, betina akan mengambil cadangan kalsium dari tulangnya sendiri, yang bisa menyebabkan kelumpuhan.
Proses Perkawinan dan Masa Pengeraman Telur
Setelah indukan dimasukkan ke dalam kandang, mereka akan mulai melakukan ritual cumbu. Jika sudah berjodoh, parkit betina akan mulai sering masuk ke dalam glodok kayu untuk mempersiapkan sarang. Parkit biasanya bertelur sebanyak 4 hingga 8 butir dalam satu siklus reproduksi, dengan interval waktu peneluran setiap dua hari sekali.
Masa pengeraman berlangsung selama kurang lebih 18 hingga 21 hari. Selama periode ini, sangat disarankan untuk tidak terlalu sering membuka glodok karena dapat menyebabkan indukan stres dan meninggalkan telurnya. Pastikan lingkungan sekitar tenang dan terbebas dari gangguan predator seperti tikus atau kucing. Suhu di dalam ruangan juga harus dijaga agar tetap stabil, tidak terlalu panas atau terlalu lembap.

Perawatan Anakan Setelah Menetas
Ketika telur menetas, anakan parkit lahir dalam kondisi tanpa bulu dan mata tertutup. Peran indukan sangat vital di sini untuk memberikan asupan nutrisi berupa bubur yang dimuntahkan dari temboloknya. Sebagai peternak, Anda harus meningkatkan porsi pakan tambahan atau extra fooding yang lunak seperti telur rebus atau jagung parut untuk membantu indukan meloloh anaknya dengan mudah.
Jika Anda berniat untuk membuat parkit menjadi jinak (hand-tamed), Anda bisa mulai mengambil anakan dari glodok pada usia 2-3 minggu untuk dilakukan proses hand-feeding menggunakan spet. Namun, jika tujuannya hanya untuk budidaya, biarkan anakan bersama induknya sampai mereka bisa makan sendiri pada usia sekitar 1.5 bulan. Pastikan sirkulasi udara di area anakan tetap terjaga dengan baik untuk menghindari penyakit pernapasan.
Pencegahan Penyakit dan Sanitasi Lingkungan
Dalam dunia beternak burung parkit, mencegah lebih baik daripada mengobati. Penyakit yang sering menyerang antara lain adalah infeksi pernapasan, snot, dan kutu bulu. Sanitasi yang buruk adalah penyebab utama munculnya bakteri dan parasit. Gunakan disinfektan khusus burung untuk mencuci kandang secara berkala dan pastikan tempat minum diganti setiap hari untuk menghindari pertumbuhan lumut atau bakteri patogen.
Pemberian vitamin tambahan yang dilarutkan dalam air minum dapat membantu memperkuat sistem imun burung, terutama saat pergantian musim atau pancaroba. Amati perilaku burung secara rutin; jika ada burung yang terlihat lesu, bulu mengembang, atau nafsu makan menurun, segera pisahkan ke kandang karantina agar tidak menulari burung lainnya di dalam koloni.
Kesimpulan Mengenai Budidaya Parkit
Secara keseluruhan, beternak burung parkit adalah peluang usaha yang menjanjikan asalkan dilakukan dengan manajemen yang tepat. Dari persiapan kandang, pemilihan indukan berkualitas, hingga manajemen pakan, semuanya saling berkaitan dalam menentukan kesuksesan penangkaran. Dengan mengikuti panduan ini, Anda dapat meminimalisir risiko kegagalan dan meningkatkan produktivitas burung parkit Anda secara signifikan.
Konsistensi dalam menjaga kebersihan dan kualitas nutrisi adalah kunci utama agar Melopsittacus undulatus milik Anda tetap sehat dan produktif dalam jangka panjang. Mulailah dengan skala kecil terlebih dahulu untuk memahami karakter burung sebelum memutuskan untuk melakukan ekspansi ke skala yang lebih besar. Selamat mencoba dan semoga sukses dalam menjalankan hobi yang menghasilkan ini.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow