Beternak Burung Ruak Ruak Panduan Budidaya Mandiri Sukses

Beternak Burung Ruak Ruak Panduan Budidaya Mandiri Sukses

Smallest Font
Largest Font

Beternak burung ruak ruak kini menjadi peluang usaha yang menjanjikan bagi para pecinta unggas tanah air. Burung yang memiliki nama ilmiah Amaurornis phoenicurus ini dikenal dengan suaranya yang khas dan dagingnya yang digemari oleh sebagian masyarakat. Meskipun secara alami hidup di rawa-rawa atau area persawahan, proses domestikasi dan budidaya burung ini terbukti dapat dilakukan dengan tingkat keberhasilan tinggi asalkan mengikuti prosedur teknis yang tepat sesuai prinsip ekologi aslinya.

Langkah awal dalam memulai usaha ini adalah memahami karakteristik biologis mereka yang cenderung pemalu namun teritorial. Dalam ekosistem aslinya, mereka sangat bergantung pada ketersediaan air dan tempat persembunyian yang rimbun. Oleh karena itu, replikasi habitat menjadi kunci utama keberhasilan bagi siapa saja yang ingin serius menekuni bidang ini. Artikel ini akan membahas secara mendalam mengenai teknik penangkaran mulai dari konstruksi kandang hingga manajemen pakan yang optimal untuk mempercepat masa produksi.

Persiapan Kandang yang Ideal untuk Beternak Burung Ruak Ruak

Struktur hunian merupakan fondasi utama dalam beternak burung ruak ruak yang sukses. Anda tidak bisa menggunakan kandang burung kicau biasa jika ingin mereka bereproduksi secara maksimal. Ruak-ruak membutuhkan ruang gerak yang cukup luas dengan privasi yang terjaga tinggi agar tingkat stres dapat diminimalisir.

  • Ukuran Minimal: Gunakan kandang berukuran minimal 2 x 1 x 2 meter untuk sepasang indukan agar mereka memiliki ruang teritorial yang cukup.
  • Vegetasi Buatan: Masukkan tanaman rimbun seperti pohon kersen kecil atau tanaman merambat di dalam kandang untuk memberikan rasa aman.
  • Lantai Kandang: Sangat disarankan menggunakan tanah alami atau pasir yang dilapisi sedikit serasah daun kering untuk menjaga kelembapan.
  • Kolam Air: Karena merupakan unggas air, wajib tersedia kolam kecil berukuran 50x50 cm dengan kedalaman 10 cm untuk mandi dan minum.
kandang ternak burung ruak ruak
Desain kandang koloni yang menyerupai habitat alami sangat membantu proses adaptasi indukan ruak ruak.

Pemilihan Indukan Berkualitas dan Proses Penjodohan

Keberhasilan dalam beternak burung ruak ruak sangat ditentukan oleh kualitas indukan produktif yang Anda pilih. Anda harus memastikan bahwa burung yang akan diternakkan sudah memasuki usia dewasa kelamin, biasanya sekitar umur 8 hingga 10 bulan. Membedakan jenis kelamin ruak-ruak memang cukup menantang bagi pemula karena sifatnya yang monomorfik secara sekilas.

Secara fisik, ruak ruak jantan biasanya memiliki ukuran tubuh yang lebih besar, suara yang lebih keras dan bervariasi, serta bagian pangkal paruh yang tampak lebih merah saat musim kawin tiba. Sebaliknya, betina cenderung lebih kecil dengan warna bulu yang sedikit lebih kusam. Proses penjodohan sebaiknya dilakukan dengan cara mendekatkan kedua sangkar terlebih dahulu selama satu minggu hingga keduanya menunjukkan tanda-tanda saling memanggil atau tidur berdekatan.

"Kunci utama keberhasilan breeding unggas liar seperti ruak-ruak adalah kesabaran dalam proses penjodohan dan meminimalkan interaksi manusia yang berlebihan di area kandang utama."

Manajemen Pakan Protein Tinggi untuk Mempercepat Produksi

Asupan nutrisi memegang peranan vital dalam sistem beternak burung ruak ruak. Di alam liar, burung ini adalah pemakan segalanya (omnivora) yang mengonsumsi serangga kecil, cacing, hingga biji-bijian. Dalam kondisi penangkaran, Anda harus memberikan pakan protein tinggi untuk merangsang hormon reproduksi mereka.

Pemberian jangkrik, ulat hongkong, dan kroto secara rutin setiap pagi dan sore hari sangat direkomendasikan. Selain itu, pemberian voer berkualitas tinggi sebagai pakan tambahan juga diperlukan untuk memastikan kebutuhan mineral dan vitamin harian terpenuhi. Pastikan kebersihan wadah pakan dan minum selalu terjaga untuk menghindari infeksi bakteri yang sering menyerang saluran pencernaan burung.

pakan burung ruak ruak
Kombinasi antara pakan alami seperti serangga dan voer pabrikan memberikan nutrisi seimbang untuk indukan.

Penanganan Telur dan Perawatan Anakan Ruak Ruak

Setelah proses perkawinan sukses, betina akan mulai menyusun sarang dari ranting kering dan rumput. Dalam sekali masa bertelur, burung ruak ruak biasanya menghasilkan 4 hingga 7 butir telur. Masa pengeraman berlangsung selama kurang lebih 19 sampai 21 hari. Selama periode ini, sangat penting bagi peternak untuk tidak sering masuk ke dalam kandang agar indukan tidak merasa terancam dan meninggalkan telurnya.

Anakan yang baru menetas atau sering disebut kiwit memerlukan perhatian ekstra. Pada minggu pertama, mereka sangat rentan terhadap perubahan suhu yang ekstrem. Jika indukan tidak mau mengasuh, Anda bisa menggunakan lampu inkubator dengan suhu stabil di angka 32-34 derajat Celcius. Berikan pakan berupa campuran kroto bersih dan voer yang telah dihaluskan serta dibasahi air untuk memudahkan pencernaan anakan.

Langkah-langkah Merawat Anakan:

  1. Pastikan suhu lingkungan tetap hangat dengan bantuan lampu pemanas 5-10 watt.
  2. Berikan pakan sesering mungkin (setiap 2 jam sekali) pada siang hari.
  3. Jaga kebersihan alas kotak pembesaran agar tidak lembap oleh kotoran.
  4. Lakukan pemberian vitamin cair yang dicampur dalam air minum untuk menjaga imunitas.
anak burung ruak ruak
Anakan ruak ruak yang baru menetas membutuhkan kehangatan ekstra dan pakan yang lembut.

Kesimpulan Mengenai Peluang Beternak Burung Ruak Ruak

Aktivitas beternak burung ruak ruak bukan hanya sekadar hobi, melainkan sebuah investasi yang menguntungkan jika dikelola secara profesional. Dengan pemahaman mendalam mengenai habitat alami, manajemen pakan protein tinggi, dan teknik penjodohan yang tepat, Anda dapat memproduksi burung berkualitas untuk memenuhi kebutuhan pasar. Selalu ingat bahwa konsistensi dalam menjaga kebersihan lingkungan kandang dan kualitas nutrisi adalah faktor penentu jangka panjang dalam budidaya ini.

Bagi pemula, disarankan untuk mulai dengan satu atau dua pasang indukan terlebih dahulu guna mempelajari perilaku spesifik burung ini sebelum melakukan ekspansi besar-besaran. Dengan menerapkan standar operasional yang baik, tantangan seperti penyakit atau kegagalan menetas dapat diminimalisir secara efektif. Mari mulai langkah pertama Anda dalam dunia budidaya unggas air ini dan raih kesuksesan dari rumah sendiri.

Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow