Cara Beternak Burung Perkutut Lokal Serta Bangkok

Cara Beternak Burung Perkutut Lokal Serta Bangkok

Smallest Font
Largest Font

Memahami cara beternak burung perkutut merupakan langkah awal yang krusial bagi para penghobi maupun peternak pemula yang ingin terjun ke dunia aviculture. Burung perkutut, atau Geopelia striata, memiliki nilai filosofis dan ekonomi yang tinggi di Indonesia, terutama bagi masyarakat Jawa. Keberhasilan dalam penangkaran tidak hanya bergantung pada keberuntungan, tetapi juga pada penerapan teknik yang tepat berdasarkan pemahaman biologi dan perilaku alami burung tersebut. Artikel ini akan mengupas tuntas strategi mendalam untuk menghasilkan keturunan perkutut yang memiliki suara merdu dan kesehatan yang prima.

Memilih Indukan Burung Perkutut Berkualitas Tinggi

Langkah pertama dalam cara beternak burung perkutut yang sukses adalah pemilihan indukan perkutut. Tanpa genetik yang baik, sulit untuk mengharapkan anakan yang berkualitas lomba atau memiliki nilai jual tinggi. Anda harus memastikan bahwa pejantan dan betina berada dalam kondisi fisik yang sehat dan tidak memiliki cacat fisik sedikitpun.

Kriteria utama untuk pejantan adalah memiliki suara yang jernih, volume yang cukup, dan irama (kung) yang stabil. Secara fisik, pejantan biasanya memiliki tubuh yang lebih tegap dan perilaku yang lebih agresif. Sementara itu, untuk betina, pilihlah yang sudah memiliki umur matang, minimal berumur 7 hingga 9 bulan. Betina yang baik memiliki panggul yang lebar, yang menandakan kesiapan untuk memproduksi telur secara produktif.

  • Pilih indukan dengan silsilah atau trah juara jika target Anda adalah burung lomba.
  • Pastikan burung tidak sedang dalam masa ganti bulu (mabung).
  • Perhatikan kebersihan lubang hidung dan kecerahan mata sebagai indikator kesehatan.
  • Pastikan kotoran burung berbentuk padat, tidak cair atau berlendir.
Indukan Burung Perkutut
Memilih indukan burung perkutut yang memiliki suara bagus sangat menentukan kualitas keturunan

Persiapan Kandang dan Lingkungan Ternak Ideal

Dalam metode cara beternak burung perkutut, faktor lingkungan memegang peranan sebesar 40% dalam keberhasilan reproduksi. Kandang yang nyaman akan mengurangi tingkat stres pada burung, sehingga mereka lebih cepat memasuki masa kawin. Ukuran kandang perkutut yang ideal untuk penangkaran biasanya adalah lebar 60 cm, tinggi 90 cm, dan panjang 60 cm, namun kandang koloni yang lebih besar juga bisa digunakan jika lahan tersedia.

Penempatan kandang harus mendapatkan sinar matahari pagi yang cukup antara pukul 07.00 hingga 10.00. Sinar ultraviolet membantu proses sintesis vitamin D yang sangat dibutuhkan untuk pembentukan cangkang telur. Selain itu, pastikan lokasi kandang aman dari gangguan predator seperti tikus, kucing, atau suara bising yang mendadak yang dapat membuat induk stres dan membuang telurnya.

"Kenyamanan psikologis burung adalah kunci utama dalam keberhasilan proses breeding di lingkungan penangkaran yang terbatas."

Manajemen Pakan dan Nutrisi Harian

Pemberian pakan perkutut yang tepat sangat mempengaruhi kesuburan (fertilitas) indukan. Campuran biji-bijian merupakan makanan pokok yang tidak boleh terlewatkan. Komposisi pakan yang ideal biasanya terdiri dari milet putih, milet merah, godem, dan sedikit ketan hitam. Namun, hanya mengandalkan biji-bijian saja tidaklah cukup untuk memenuhi kebutuhan kalsium saat masa bertelur.

Pemberian extra fooding berupa tulang sotong sebagai sumber kalsium alami sangat disarankan. Kalsium ini berfungsi mencegah terjadinya egg-binding atau kondisi di mana telur tersangkut di dalam saluran reproduksi karena cangkang yang lunak. Selain itu, pemberian multivitamin yang dicampurkan ke dalam air minum dapat membantu meningkatkan daya tahan tubuh burung terhadap perubahan cuaca ekstrem.

  • Milet putih sebagai sumber karbohidrat utama.
  • Godem untuk menghangatkan suhu tubuh burung.
  • Tulang sotong wajib tersedia di dalam kandang setiap saat.
  • Air minum harus diganti setiap hari untuk mencegah pertumbuhan bakteri.
Pakan Perkutut
Kombinasi biji-bijian yang tepat akan meningkatkan fertilitas indukan perkutut

Proses Perjodohan dan Pengeraman Telur

Tahapan yang paling menantang dalam cara beternak burung perkutut adalah masa perjodohan. Jangan langsung menyatukan dua burung yang belum saling kenal dalam satu kandang. Mulailah dengan proses perkenalan dengan mendekatkan kedua sangkar selama 3-5 hari. Jika mereka terlihat sering berdekatan dan pejantan mulai "bekur" (merayu), maka itu adalah tanda mereka siap disatukan.

Setelah proses kawin terjadi, betina akan mulai menyusun sarang. Sediakan bahan sarang berupa serat nanas, rumput kering, atau cemara di dalam wadah sarang yang telah disediakan. Perkutut biasanya bertelur sebanyak dua butir dalam satu siklus. Proses pengeraman berlangsung selama kurang lebih 14 hingga 15 hari. Selama masa ini, hindari terlalu sering memeriksa kotak sarang karena dapat menyebabkan induk merasa terancam dan meninggalkan telurnya.

Perawatan Anakan Perkutut yang Baru Menetas

Ketika telur menetas, munculah anakan perkutut yang sering disebut piyik. Pada 10 hari pertama, induk akan melolohkan cairan khusus yang kaya akan protein atau sering disebut susu tembolok. Pada masa ini, peternak harus meningkatkan kualitas pakan indukan karena beban nutrisi mereka berlipat ganda untuk menghidupi piyik tersebut.

Pemisahan anakan dari induk bisa dilakukan saat piyik sudah berumur sekitar 1 bulan atau ketika mereka sudah bisa makan sendiri. Memberikan perhatian pada kebersihan kandang piyik sangat krusial karena sistem imun mereka belum sekuat burung dewasa. Penggunaan lampu penghangat (bulb) mungkin diperlukan jika suhu udara di malam hari terlalu dingin, guna mencegah kematian dini pada anakan.

Anakan Perkutut
Piyik perkutut membutuhkan perawatan ekstra pada minggu-minggu awal setelah menetas

Kesimpulan dalam Mengelola Peternakan Perkutut

Secara keseluruhan, cara beternak burung perkutut menuntut kombinasi antara pengetahuan teknis dan insting perawatan. Dengan memilih indukan perkutut yang tepat, menyediakan kandang perkutut yang higienis, serta menjaga konsistensi pemberian pakan perkutut, peluang keberhasilan Anda akan meningkat secara signifikan. Ingatlah bahwa setiap burung memiliki karakter yang berbeda, sehingga observasi rutin tetap menjadi senjata utama peternak sukses. Teruslah belajar dari pengalaman dan komunitas sesama penghobi untuk terus meningkatkan kualitas hasil ternakan Anda di masa depan.

Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow