Contoh Petty Cash Perusahaan dan Panduan Pengelolaan Kas Kecil

Contoh Petty Cash Perusahaan dan Panduan Pengelolaan Kas Kecil

Smallest Font
Largest Font

Mengelola keuangan dalam sebuah bisnis tidak hanya berbicara tentang investasi besar atau transaksi bernilai miliaran rupiah. Sering kali, pengeluaran-pengeluaran kecil yang bersifat rutin justru menjadi faktor penentu kelancaran operasional harian. Di sinilah pentingnya memahami contoh petty cash perusahaan atau yang sering disebut sebagai kas kecil. Tanpa adanya sistem kas kecil yang terorganisir, aktivitas sederhana seperti membeli alat tulis kantor, membayar kurir, atau menyediakan konsumsi rapat mendadak bisa menghambat birokrasi internal yang seharusnya cepat.

Dana kas kecil berfungsi sebagai solusi praktis untuk membiayai pengeluaran yang jumlahnya relatif kecil dan tidak efektif jika dibayarkan menggunakan cek atau transfer bank melalui prosedur pengadaan yang rumit. Meskipun nominalnya kecil, akumulasi dari pengeluaran ini bisa menjadi signifikan jika tidak diawasi dengan ketat. Oleh karena itu, setiap staf administrasi maupun pemilik usaha perlu memahami struktur pencatatan dan kategori apa saja yang masuk ke dalam pos anggaran ini guna menjaga kesehatan arus kas (cash flow) perusahaan secara keseluruhan.

Pentingnya Pengelolaan Petty Cash bagi Perusahaan

Penerapan sistem petty cash yang baik memberikan rasa aman terhadap aset perusahaan dari potensi penyalahgunaan atau kecurangan (fraud). Dengan adanya bukti fisik berupa struk dan formulir pengajuan, setiap rupiah yang keluar dapat dipertanggungjawabkan. Selain itu, kas kecil memungkinkan departemen operasional untuk bergerak lebih lincah karena tidak perlu menunggu persetujuan direksi untuk hal-hal sepele seperti biaya parkir tamu atau penggantian lampu kantor yang padam.

Dokumentasi pencatatan kas kecil perusahaan
Dokumentasi fisik dan digital diperlukan untuk menjaga validitas setiap transaksi kas kecil.

Contoh Petty Cash Perusahaan Berdasarkan Kategori Pengeluaran

Untuk memberikan gambaran yang lebih jelas, berikut adalah beberapa contoh petty cash perusahaan yang umumnya ditemukan dalam aktivitas bisnis sehari-hari. Pengeluaran ini dikelompokkan agar memudahkan proses rekonsiliasi pada akhir bulan.

Kategori PengeluaranContoh Item TransaksiEstimasi Nominal
Perlengkapan Kantor (Stationary)Kertas HVS, tinta printer, klip, map, pulpenRp50.000 - Rp500.000
Konsumsi & PantryKopi, gula, air mineral galon, snack rapatRp100.000 - Rp750.000
Transportasi & KurirBiaya parkir, ojek online untuk kirim dokumen, bensinRp20.000 - Rp200.000
Pemeliharaan KecilGanti bohlam, jasa servis AC minor, biaya kebersihanRp150.000 - Rp1.000.000
Biaya Tak TerdugaSumbangan duka, biaya materai, tips petugas ekspedisiRp10.000 - Rp300.000

1. Biaya Perlengkapan Kantor (Stationary)

Meskipun saat ini dunia bisnis beralih ke digital, kebutuhan fisik seperti kertas dan tinta tetap eksis. Pembelian satu pak amplop atau beberapa buah baterai untuk remote presentasi sering kali menggunakan dana petty cash karena bersifat mendesak dan murah.

2. Keperluan Pantry dan Konsumsi

Perusahaan sering kali menyediakan kebutuhan dasar bagi karyawannya. Contoh pengeluaran kas kecil di sini mencakup pembelian teh, kopi, atau cemilan untuk tamu perusahaan yang berkunjung secara tiba-tiba.

Metode Pencatatan Kas Kecil yang Sering Digunakan

Dalam dunia akuntansi, terdapat dua metode utama yang digunakan untuk mengelola contoh petty cash perusahaan. Pemilihan metode ini sangat bergantung pada kebijakan manajemen dan tingkat frekuensi transaksi harian.

  • Sistem Dana Tetap (Imprest Fund System): Pada metode ini, jumlah saldo kas kecil selalu tetap. Jika dana sudah menipis, kasir kas kecil akan mengajukan pengisian kembali (replenishment) sebesar total pengeluaran yang telah dilakukan, sehingga saldo kembali ke angka semula.
  • Sistem Dana Fluktuasi (Fluctuating Fund System): Pada metode ini, saldo kas kecil tidak tetap dan bisa berubah-ubah sesuai dengan kebutuhan. Setiap kali ada pengeluaran, kasir langsung mencatatnya di buku jurnal, dan saat pengisian kembali, nominalnya tidak harus sama dengan jumlah pengeluaran.
"Keberhasilan manajemen kas kecil tidak terletak pada besarnya dana yang disediakan, melainkan pada disiplin pencatatan setiap bukti transaksi tanpa terkecuali."
Contoh format voucher petty cash
Voucher petty cash berfungsi sebagai bukti persetujuan pembayaran sebelum uang dikeluarkan dari brankas kecil.

Dokumen Pendukung dalam Petty Cash

Agar audit internal berjalan lancar, setiap contoh petty cash perusahaan harus disertai dengan dokumen yang sah. Tanpa dokumen ini, pengeluaran dianggap tidak valid dan bisa memicu kecurigaan saat pemeriksaan pajak atau audit tahunan. Beberapa dokumen wajib antara lain:

  1. Bukti Kas Keluar (BKK): Formulir internal yang menyatakan bahwa uang telah keluar dari kas kecil.
  2. Kuitansi atau Struk Asli: Bukti eksternal dari vendor atau toko tempat pembelian dilakukan.
  3. Formulir Pengajuan Dana: Digunakan saat seorang karyawan meminta dana di awal untuk keperluan dinas singkat.
  4. Buku Kas Kecil: Buku jurnal khusus untuk memantau saldo harian secara real-time.

Langkah-Langkah Mengelola Petty Cash Agar Tetap Akurat

Berikut adalah prosedur standar operasional (SOP) dalam mengelola dana kas kecil agar terhindar dari selisih kas yang merugikan perusahaan:

1. Penetapan Batas Maksimum Saldo

Manajemen harus menentukan berapa plafon maksimal dana kas kecil. Misalnya, untuk perusahaan rintisan (startup), plafon Rp2.000.000 mungkin cukup, sedangkan untuk perusahaan manufaktur besar bisa mencapai Rp10.000.000.

2. Penunjukan Kasir Kas Kecil (Petty Cashier)

Hanya satu orang yang bertanggung jawab memegang kunci brankas kecil dan mengelola pencatatannya. Hal ini bertujuan untuk mempermudah jalur pertanggungjawaban (accountability).

3. Pemeriksaan Mendadak (Cash Count)

Manajer keuangan atau auditor internal sebaiknya melakukan pemeriksaan saldo fisik (opname kas) secara mendadak. Hal ini untuk memastikan jumlah uang tunai di tangan sama dengan saldo yang tercatat di buku kas kecil.

Proses audit saldo kas kecil
Proses rekonsiliasi berkala mencegah terjadinya kebocoran dana perusahaan pada pos pengeluaran kecil.

Kesalahan Umum dalam Pengelolaan Kas Kecil

Banyak perusahaan yang gagal mengelola kas kecil karena beberapa kesalahan fatal. Salah satunya adalah mencampuradukkan uang pribadi pemegang kas dengan uang perusahaan. Hal ini sangat dilarang dalam kaidah akuntansi. Kesalahan lainnya adalah menunda pencatatan (procrastination), di mana kasir baru mencatat pengeluaran di akhir minggu sehingga banyak struk yang hilang atau terlupa.

Selain itu, penggunaan petty cash untuk pengeluaran yang seharusnya masuk ke kategori kas besar (seperti pembelian aset tetap atau gaji karyawan) juga sering terjadi. Hal ini akan mengacaukan laporan arus kas dan menyulitkan proses analisis biaya operasional per departemen.

Kesimpulan

Memahami contoh petty cash perusahaan dan cara mengelolanya secara profesional bukan hanya tugas bagian keuangan, melainkan pengetahuan penting bagi seluruh jajaran manajemen. Dengan sistem yang tertata, mulai dari pemilihan metode Dana Tetap hingga penggunaan dokumen yang valid, perusahaan dapat memastikan bahwa setiap pengeluaran sekecil apa pun berkontribusi pada produktivitas bisnis. Digitalisasi juga mulai merambah area ini, di mana penggunaan aplikasi pencatatan keuangan kini lebih disarankan daripada sekadar menggunakan buku tulis manual untuk menjamin keakuratan data dan kemudahan akses di era modern saat ini.

Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow