Contoh Soal Perusahaan Manufaktur Lengkap dengan Pembahasan

Contoh Soal Perusahaan Manufaktur Lengkap dengan Pembahasan

Smallest Font
Largest Font

Memahami mekanisme pencatatan keuangan dalam dunia industri memerlukan ketelitian yang tinggi, terutama saat kita membahas contoh soal perusahaan manufaktur. Berbeda dengan perusahaan dagang yang hanya membeli dan menjual kembali barang, perusahaan manufaktur memiliki kompleksitas tersendiri karena melibatkan proses pengolahan bahan mentah menjadi produk jadi. Hal ini menciptakan aliran biaya yang lebih detail, mulai dari biaya bahan baku, biaya tenaga kerja langsung, hingga biaya overhead pabrik. Dalam artikel ini, kita akan membedah secara komprehensif berbagai skenario transaksi yang sering muncul dalam ujian atau praktik profesional. Dengan mempelajari contoh soal perusahaan manufaktur secara sistematis, Anda akan mampu menguasai konsep Harga Pokok Produksi (HPP) dan menyusun laporan keuangan yang akurat untuk entitas industri.

Diagram siklus akuntansi manufaktur
Visualisasi aliran biaya dari bahan baku hingga menjadi barang jadi dalam akuntansi manufaktur.

Karakteristik Utama Akuntansi Perusahaan Manufaktur

Sebelum masuk ke dalam contoh soal perusahaan manufaktur, penting bagi kita untuk memahami apa yang membedakan entitas ini dari entitas lainnya. Di dalam perusahaan manufaktur, terdapat tiga jenis persediaan utama yang wajib dikelola, yaitu:

  • Persediaan Bahan Baku (Raw Materials): Bahan dasar yang belum diproses sama sekali.
  • Persediaan Barang Dalam Proses (Work in Process): Produk yang sudah mulai dikerjakan namun belum selesai 100%.
  • Persediaan Barang Jadi (Finished Goods): Produk yang telah melewati seluruh tahap produksi dan siap untuk dijual.
  • Biaya Overhead Pabrik (BOP): Biaya pendukung produksi seperti listrik pabrik, penyusutan mesin, dan gaji mandor.

Ketiga elemen persediaan ini akan sangat memengaruhi cara kita menyusun jurnal umum dan laporan harga pokok produksi. Tanpa pemahaman yang kuat tentang klasifikasi biaya ini, pencatatan transaksi akan menjadi rancu.

Contoh Soal Perusahaan Manufaktur: Pencatatan Jurnal Umum

Mari kita perhatikan skenario berikut ini. PT Tekno Manufaktur Sejahtera adalah perusahaan yang memproduksi komponen elektronik. Berikut adalah beberapa transaksi yang terjadi selama bulan Januari 2024:

  1. Pembelian bahan baku secara kredit sebesar Rp50.000.000.
  2. Pemakaian bahan baku dalam proses produksi senilai Rp35.000.000.
  3. Pembayaran gaji tenaga kerja langsung sebesar Rp20.000.000.
  4. Biaya overhead pabrik yang dibebankan sebesar Rp15.000.000.
Jawaban dan Pembahasan:

Jurnal untuk mencatat pembelian bahan baku:

(Debit) Persediaan Bahan Baku: Rp50.000.000
(Kredit) Utang Dagang: Rp50.000.000

Jurnal untuk mencatat pemakaian bahan baku ke bagian produksi:

(Debit) Barang Dalam Proses (BDP) - Biaya Bahan Baku: Rp35.000.000
(Kredit) Persediaan Bahan Baku: Rp35.000.000

Jurnal untuk mencatat biaya tenaga kerja langsung:

(Debit) Barang Dalam Proses (BDP) - Biaya Tenaga Kerja: Rp20.000.000
(Kredit) Kas/Utang Gaji: Rp20.000.000

Dalam contoh soal perusahaan manufaktur di atas, kita melihat bahwa setiap biaya yang dikeluarkan untuk produksi langsung dialokasikan ke akun Barang Dalam Proses (BDP). Ini adalah prinsip dasar akuntansi biaya yang harus dipegang teguh.

Tabel laporan harga pokok produksi
Komponen-komponen penting dalam perhitungan laporan harga pokok produksi.

Menghitung Harga Pokok Produksi (COGM)

Salah satu tantangan terbesar dalam contoh soal perusahaan manufaktur adalah menghitung Harga Pokok Produksi atau Cost of Goods Manufactured (COGM). Laporan ini merangkum total biaya barang yang selesai diproduksi selama satu periode. Mari kita gunakan data fiktif berikut untuk simulasi perhitungan:

Keterangan Jumlah (Rp)
Persediaan BDP Awal 10.000.000
Biaya Bahan Baku 40.000.000
Biaya Tenaga Kerja Langsung 25.000.000
Biaya Overhead Pabrik 15.000.000
Persediaan BDP Akhir 12.000.000
Rumus Perhitungan:

Total Biaya Produksi = Biaya Bahan Baku + Tenaga Kerja + Overhead Total Biaya Produksi = 40jt + 25jt + 15jt = 80.000.000 Harga Pokok Produksi = (Persediaan BDP Awal + Total Biaya Produksi) - Persediaan BDP Akhir Harga Pokok Produksi = (10.000.000 + 80.000.000) - 12.000.000 = 78.000.000 Nilai Rp78.000.000 inilah yang nantinya akan dipindahkan dari akun Barang Dalam Proses ke akun Persediaan Barang Jadi melalui jurnal penutup atau jurnal perpindahan.

Jurnal Penyesuaian pada Perusahaan Manufaktur

Sama seperti perusahaan jasa atau dagang, perusahaan manufaktur juga memerlukan jurnal penyesuaian di akhir periode. Namun, fokus utamanya seringkali terletak pada sisa bahan pembantu atau penyusutan aset tetap pabrik. Sebagai contoh soal perusahaan manufaktur untuk penyesuaian: Diketahui nilai penyusutan mesin pabrik adalah Rp5.000.000 per bulan. Maka jurnalnya adalah:

(Debit) Biaya Overhead Pabrik (BOP) - Penyusutan Mesin: Rp5.000.000
(Kredit) Akumulasi Penyusutan Mesin: Rp5.000.000

Perhatikan bahwa biaya penyusutan mesin pabrik tidak masuk ke beban operasional biasa di laporan laba rugi, melainkan masuk ke dalam komponen Biaya Overhead Pabrik (BOP) yang nantinya memengaruhi Harga Pokok Produksi.

Buku besar akuntansi pabrik
Pencatatan yang rapi pada buku besar menjadi kunci kesuksesan audit perusahaan manufaktur.

Perbedaan Laporan Laba Rugi Perusahaan Dagang vs Manufaktur

Banyak yang bertanya dalam contoh soal perusahaan manufaktur, apa perbedaan mendasar pada laporan laba ruginya? Perbedaan utamanya terletak pada cara penyajian Harga Pokok Penjualan (HPP). Pada perusahaan dagang, HPP dihitung dari Persediaan Awal + Pembelian - Persediaan Akhir. Sedangkan pada manufaktur, komponen "Pembelian" diganti dengan "Harga Pokok Produksi". Struktur Laporan Laba Rugi Manufaktur:

  1. Penjualan Bersih
  2. Dikurangi: Harga Pokok Penjualan (HPP)
    • Persediaan Barang Jadi Awal
    • Ditambah: Harga Pokok Produksi
    • Dikurangi: Persediaan Barang Jadi Akhir
  3. Laba Kotor
  4. Dikurangi: Beban Operasional (Pemasaran & Administrasi)
  5. Laba Bersih Sebelum Pajak

Kesimpulan dan Strategi Belajar Akuntansi Manufaktur

Menguasai contoh soal perusahaan manufaktur membutuhkan pemahaman mendalam tentang bagaimana biaya mengalir melalui sistem produksi. Anda harus bisa membedakan mana biaya yang bersifat langsung (Direct Cost) dan mana yang tidak langsung (Indirect Cost/Overhead). Untuk memperdalam keahlian Anda, cobalah untuk mengerjakan soal-soal kasus yang melibatkan perhitungan persediaan dengan metode FIFO atau Average dalam konteks manufaktur. Konsistensi dalam mempraktikkan penjurnalan Barang Dalam Proses akan membuat Anda semakin mahir dalam menyusun laporan keuangan industri yang kompleks. Ingatlah bahwa dalam akuntansi manufaktur, ketelitian dalam mencatat setiap rupiah yang keluar untuk proses produksi adalah kunci utama untuk menghasilkan informasi keuangan yang relevan dan dapat dipercaya bagi manajemen dalam mengambil keputusan strategis.

Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow