Contoh Surat Keterangan Berhenti Bekerja dari Perusahaan yang Resmi
- Apa Itu Surat Keterangan Berhenti Bekerja?
- Fungsi Utama Surat Keterangan Berhenti Bekerja
- Komponen Penting dalam Paklaring
- Perbedaan Surat Keterangan Kerja dan Surat Rekomendasi
- Contoh Surat Keterangan Berhenti Bekerja dari Perusahaan (Format Formal)
- Cara Mendapatkan Surat Keterangan Berhenti Bekerja
- Kesimpulan
Contoh surat keterangan berhenti bekerja dari perusahaan atau yang lebih dikenal dengan sebutan paklaring merupakan salah satu dokumen yang paling dicari oleh karyawan ketika memutuskan untuk mengakhiri masa baktinya di suatu instansi. Dokumen ini bukan sekadar lembaran kertas formalitas, melainkan bukti otentik bahwa seseorang pernah bekerja dengan jabatan tertentu dalam periode waktu yang jelas. Dalam dunia profesional, surat ini berfungsi sebagai rekam jejak yang memvalidasi integritas dan kinerja seseorang di hadapan calon pemberi kerja baru maupun instansi pemerintah.
Pentingnya memiliki contoh surat keterangan berhenti bekerja dari perusahaan yang benar berkaitan erat dengan berbagai urusan administratif di masa depan. Mulai dari melamar pekerjaan baru hingga syarat utama pencairan dana Jaminan Hari Tua (JHT) di BPJS Ketenagakerjaan, dokumen ini memegang peranan sentral. Oleh karena itu, baik pihak perusahaan (HRD) maupun karyawan perlu memahami standar penulisan yang sesuai dengan kaidah profesionalisme agar tidak terjadi kesalahan data yang dapat menghambat proses administrasi di kemudian hari.
Apa Itu Surat Keterangan Berhenti Bekerja?
Surat keterangan berhenti bekerja adalah dokumen resmi yang diterbitkan oleh bagian Personalia atau Human Resources Development (HRD) sebuah perusahaan untuk menyatakan bahwa seorang individu telah resmi berhenti bekerja. Secara hukum di Indonesia, kewajiban perusahaan memberikan surat keterangan kerja diatur secara implisit dalam Pasal 1602z KUH Perdata, di mana majikan wajib memberikan surat keterangan yang bertanda tangan jika diminta oleh buruh/karyawan saat hubungan kerja berakhir.
Surat ini biasanya mencakup rincian mengenai jenis pekerjaan yang dilakukan, durasi masa kerja, serta bagaimana perilaku atau kinerja karyawan selama bergabung. Berbeda dengan surat pemutusan hubungan kerja (PHK), paklaring cenderung memiliki nuansa yang lebih positif karena sering kali mencantumkan apresiasi atau rekomendasi dari pihak perusahaan kepada mantan karyawannya tersebut.

Fungsi Utama Surat Keterangan Berhenti Bekerja
Memahami manfaat dari contoh surat keterangan berhenti bekerja dari perusahaan akan membuat Anda lebih menghargai pentingnya menyimpan dokumen ini dengan baik. Berikut adalah beberapa fungsi utamanya:
- Syarat Klaim BPJS Ketenagakerjaan: Ini adalah fungsi yang paling umum di Indonesia. Tanpa paklaring, Anda akan kesulitan mencairkan dana JHT setelah berhenti bekerja.
- Bukti Pengalaman Kerja: Saat melamar di perusahaan baru, recruiter sering kali meminta bukti fisik bahwa Anda benar-benar pernah menduduki posisi yang Anda klaim di dalam CV.
- Persyaratan Perbankan: Beberapa produk perbankan seperti Kredit Pemilikan Rumah (KPR) atau kredit kendaraan bermotor sering kali meminta surat ini sebagai bukti stabilitas penghasilan di masa lalu.
- Referensi Profesional: Surat ini menjadi testimoni tertulis bahwa Anda keluar dari perusahaan secara baik-baik (good standing).
Komponen Penting dalam Paklaring
Sebuah contoh surat keterangan berhenti bekerja dari perusahaan yang valid harus memiliki komponen-komponen standar agar diakui secara legal dan profesional. Berikut adalah bagian-bagian yang wajib ada:
- Kop Surat Perusahaan: Menunjukkan otentisitas bahwa surat diterbitkan oleh lembaga resmi lengkap dengan alamat dan nomor kontak.
- Judul Surat: Biasanya ditulis dengan huruf kapital seperti "SURAT KETERANGAN KERJA" atau "CERTIFICATE OF EMPLOYMENT".
- Nomor Surat: Penting untuk pengarsipan internal perusahaan.
- Identitas Karyawan: Meliputi Nama Lengkap, Nomor Induk Karyawan (NIK), dan Jabatan Terakhir.
- Masa Kerja: Tanggal bergabung (join date) hingga tanggal terakhir bekerja (last day).
- Deskripsi Tugas Singkat: Menjelaskan tanggung jawab utama selama bekerja.
- Kalimat Penutup & Rekomendasi: Ucapan terima kasih atas kontribusi dan harapan sukses untuk masa depan karyawan.
- Tanda Tangan & Stempel: Dibubuhi tanda tangan manajer HRD atau direktur beserta stempel basah perusahaan.
Perbedaan Surat Keterangan Kerja dan Surat Rekomendasi
Banyak yang sering salah kaprah menganggap keduanya sama. Berikut adalah tabel perbandingannya:
| Aspek Perbedaan | Surat Keterangan Kerja (Paklaring) | Surat Rekomendasi Kerja |
|---|---|---|
| Tujuan Utama | Bukti administratif masa kerja dan posisi. | Mendukung peluang pelamar di perusahaan baru. |
| Isi Konten | Data faktual (Nama, Jabatan, Masa Kerja). | Opini subjektif mengenai kualitas dan karakter. |
| Penggunaan | Klaim BPJS, administrasi bank, validasi CV. | Proses rekrutmen atau beasiswa. |
| Sifat Dokumen | Wajib diberikan sesuai permintaan/prosedur. | Biasanya diberikan berdasarkan prestasi unggul. |

Contoh Surat Keterangan Berhenti Bekerja dari Perusahaan (Format Formal)
Berikut adalah contoh surat keterangan berhenti bekerja dari perusahaan dengan format standar yang bisa digunakan untuk berbagai keperluan resmi:
PT. CAHAYA ABADI SEJAHTERA
Jl. Industri Raya No. 45, Jakarta Selatan
Telp: (021) 555-1234 | Email: [email protected]SURAT KETERANGAN KERJA
Nomor: 124/HRD-CAS/IX/2023
Yang bertanda tangan di bawah ini:
Nama: Budi Santoso, S.Psi
Jabatan: HR Manager PT. Cahaya Abadi Sejahtera
Menerangkan dengan sesungguhnya bahwa:
Nama: Andi Wijaya
NIK: 2018091102
Jabatan Terakhir: Senior Marketing Executive
Telah bekerja pada PT. Cahaya Abadi Sejahtera terhitung sejak tanggal 12 September 2018 sampai dengan 30 September 2023. Selama masa kerjanya, Saudara Andi Wijaya telah menunjukkan dedikasi, loyalitas, dan kinerja yang sangat baik bagi perusahaan.
Kami mengucapkan terima kasih atas segala kontribusi yang telah diberikan dan mendoakan semoga kesuksesan senantiasa menyertai di masa yang akan datang.
Jakarta, 2 Oktober 2023
Hormat kami,
(Tanda Tangan & Stempel Perusahaan)
Budi Santoso, S.Psi
HR Manager
Cara Mendapatkan Surat Keterangan Berhenti Bekerja
Mendapatkan contoh surat keterangan berhenti bekerja dari perusahaan yang sah memerlukan etika dan prosedur yang benar. Jangan sampai hubungan profesional Anda rusak hanya karena masalah administrasi di akhir masa kerja.
- Ajukan Resign Sesuai Kontrak: Pastikan Anda memberikan pemberitahuan (Notice Period) sesuai aturan, biasanya 30 hari sebelumnya (One Month Notice).
- Selesaikan Exit Clearance: Kembalikan aset perusahaan seperti laptop, ID card, atau dokumen penting lainnya. Pastikan tidak ada tunggakan pekerjaan.
- Hubungi Bagian HRD: Setelah semua proses selesai, mintalah bagian HRD untuk menerbitkan paklaring. Biasanya dokumen ini diberikan bersamaan dengan gaji terakhir atau surat referensi.
- Cek Kebenaran Data: Sebelum meninggalkan kantor, pastikan Nama, NIK, dan masa kerja sudah tertulis dengan benar untuk menghindari revisi di kemudian hari.

Kesimpulan
Memiliki contoh surat keterangan berhenti bekerja dari perusahaan adalah langkah krusial dalam manajemen karier setiap individu. Dokumen ini berfungsi sebagai jembatan yang menghubungkan masa lalu profesional Anda dengan peluang masa depan, sekaligus menjadi kunci akses untuk mendapatkan hak-hak finansial seperti JHT BPJS. Sebagai karyawan, pastikan Anda mengakhiri hubungan kerja dengan cara yang baik (profesional) agar perusahaan tidak ragu memberikan surat keterangan yang memiliki catatan positif. Sebaliknya, bagi perusahaan, pemberian surat ini merupakan bentuk apresiasi sekaligus pemenuhan kewajiban administratif yang mendukung ekosistem ketenagakerjaan yang sehat di Indonesia.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow