Hutama Karya Pulihkan Akses Lintas Tengah Aceh dengan Jembatan Bailey
- Lokasi Strategis Pemasangan Jembatan Bailey
- Fungsi Jembatan Bailey untuk Masyarakat
- Spesifikasi Teknis Jembatan Mengkudu
- Spesifikasi Teknis Jembatan Penanggalan
- Akses Darurat Sebelum Pemasangan Jembatan
- Upaya Perbaikan dan Normalisasi Sungai
- Pembukaan Akses Baru dan Pembersihan Material Longsor
- Proses Pengerjaan yang Cepat dan Efisien
PT Hutama Karya (Persero) bergerak cepat memulihkan aksesibilitas di Kabupaten Aceh Tenggara dengan menyelesaikan pemasangan dua jembatan bailey. Langkah ini bertujuan untuk memulihkan mobilitas masyarakat serta memastikan kelancaran arus logistik dan bantuan pascabencana yang melanda wilayah tersebut.
Lokasi Strategis Pemasangan Jembatan Bailey
Pemasangan jembatan dilakukan di dua lokasi strategis yang menjadi jalur vital bagi masyarakat Aceh Tenggara:
- Jembatan Bailey Mengkudu: Desa Katimaju, Kecamatan Darul Hasanah
- Jembatan Bailey Penanggalan: Desa Lawe Penanggalan, Kecamatan Ketambe
Kedua jembatan ini terletak di koridor Jalan Lintas Tengah ruas Kutacane-Blangkejeren, yang merupakan akses utama bagi aktivitas sehari-hari warga dan distribusi kebutuhan pokok.
Fungsi Jembatan Bailey untuk Masyarakat
Jembatan Mengkudu telah dapat dilintasi sejak Selasa (23/12/2025), sementara Jembatan Penanggalan mulai beroperasi pada Minggu (28/12/2025). Proses pengerjaan masing-masing jembatan memakan waktu 15 hari dan 6 hari.
Executive Vice President (EVP) Sekretaris Perusahaan Hutama Karya, Mardiansyah, menyatakan, "Kembali berfungsinya ruas Lintas Tengah di dua titik tersebut, mobilitas warga dan distribusi logistik diharapkan kembali lancar pada masa tanggap darurat hingga transisi pemulihan," dikutip dari keterangan tertulis, Kamis (1/1/2026).
Spesifikasi Teknis Jembatan Mengkudu
Jembatan Mengkudu memiliki spesifikasi teknis sebagai berikut:
- Panjang: 36 meter
- Lebar efektif: 3,7 meter
- Tinggi truss: 2,4 meter
- Kapasitas beban maksimum: 40 ton
Jembatan ini dipasang di atas box culvert pada aliran air pegunungan menuju Sungai Alas, memungkinkan kendaraan angkutan, termasuk truk, untuk melintas.
Spesifikasi Teknis Jembatan Penanggalan
Sementara itu, Jembatan Penanggalan memiliki:
- Panjang: 48 meter
- Lebar efektif: 3,7 meter
- Tinggi truss: 3,25 meter
- Kapasitas beban maksimum: 40 ton
Jembatan ini juga berada pada aliran air pegunungan menuju Sungai Alas dan dirancang untuk mendukung kelancaran angkutan logistik.
Akses Darurat Sebelum Pemasangan Jembatan
Kondisi Akses Sebelumnya
Sebelum jembatan berfungsi, akses sempat terputus dan masyarakat mengandalkan lintasan darurat. Termasuk akses sementara di sisi box culvert di Mengkudu serta melintas di atas box culvert eksisting di Penanggalan, tulis Hutama Karya.
Upaya Perbaikan dan Normalisasi Sungai
Perbaikan Tanggul dan Pengalihan Aliran Sungai
Selain pemasangan jembatan, Hutama Karya juga melakukan perbaikan tanggul dan pengalihan aliran sungai di sekitar Sungai Jembatan Natam. Tujuannya adalah mengurangi risiko luapan yang dapat kembali memutus akses, dengan pengalihan aliran ke bawah jembatan lama.
Pembuatan Akses Darat dan Normalisasi Sungai
Akses darat disiapkan dengan timbunan untuk menghubungkan jalan dari Kecamatan Badar menuju Kecamatan Darul Hasanah, yang sebelumnya terputus akibat jembatan rusak. Normalisasi sungai juga dikerjakan di Simpur Jaya untuk memperlancar aliran dan mempercepat pembersihan material bawaan banjir.
Pembukaan Akses Baru dan Pembersihan Material Longsor
Pembukaan Jalan Akses Baru
Hutama Karya membuka jalan akses baru pada ruas Kutacane-Gayo Lues, serta melakukan pembersihan lumpur dan longsoran pada Jalan Akses Ketambe dan Jalan Naga Kesiangan.
Akses ke Permukiman Warga
Pembukaan akses juga dilakukan pada sejumlah titik permukiman, antara lain Tangsaran, Tetumpun, Ise-ise, dan Rikit Gaib, agar mobilitas warga dan distribusi kebutuhan dasar dapat kembali berjalan.
Proses Pengerjaan yang Cepat dan Efisien
Tahapan Pengerjaan Jembatan Bailey
Pekerjaan pembukaan akses meliputi perakitan modul Bailey, pembentukan oprit, pemasangan lantai jembatan, pengujian beban, serta pemasangan rambu.
Sumber Daya yang Dikerahkan
Hutama Karya mengerahkan crane 50 ton dan excavator, didukung 10 personel dengan pola kerja 12 jam untuk menjaga ketepatan waktu pekerjaan di lapangan.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow