Menkeu: Dampak Penempatan Dana di Bank BUMN Tak Instan
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa angkat bicara mengenai penempatan dana sebesar Rp 200 triliun di bank BUMN yang bertujuan untuk mendorong pembiayaan kredit. Menurutnya, dampak dari kebijakan ini tidak akan terasa secara instan.
Pengalaman Tahun 2020-2021
Purbaya mencontohkan pengalaman pada tahun 2020 dan 2021 ketika injeksi dana dilakukan. “Kalau kita lihat pengalaman tahun 2020, 2021, bulan Mei kita inject uang, kredit tumbuh, saya yakin posisi undisbursed loan sama kan? Tapi tetap aja kreditnya bisa tumbuh double digit pada waktu itu,” ujar Purbaya saat konferensi pers di kantornya, dikutip Kamis (1/1/2026).
Permintaan Kredit Selalu Ada
Purbaya menegaskan bahwa permintaan kredit dari sektor riil selalu ada. Ia mencontohkan situasi di mana pengusaha ingin meminjam, tetapi bank enggan memberikan pinjaman karena lebih memilih untuk menempatkan dana di instrumen lain yang dianggap lebih menguntungkan.
Undisbursed Loan dalam Portofolio Bank
Purbaya mengakui adanya persoalan terkait pinjaman yang belum tersalurkan atau undisbursed loan. Namun, ia menilai bahwa persentase kredit yang belum ditarik ini masih dalam batas wajar dan stabil dalam keseluruhan portofolio bank.
Klaim Undisbursed Loan Tidak Tinggi
“Jadi, nggak betul klaim bahwa undisbursed loan tinggi. Karena itu, ditambah uang pun, nggak ada yang pinjam di perekonomian. Kalau saya lihat undisbursed loan tuh sharenya kira-kira sama terus sepanjang tahun, segitu aja dari total portfolio loan bank-nya,” tambah Purbaya.
Penambahan Likuiditas Perbankan
Purbaya menjelaskan bahwa pemerintah telah mengambil langkah-langkah untuk meningkatkan likuiditas perbankan, termasuk penambahan lebih dari Rp 200 triliun di sejumlah bank Himbara beberapa waktu lalu.
Dampak ke Pergerakan Ekonomi Butuh Waktu
Purbaya menekankan bahwa untuk melihat dampak dari kebijakan ini terhadap pergerakan ekonomi, dibutuhkan waktu beberapa bulan.
Ekonomi Tumbuh, Permintaan Kredit Meningkat
Purbaya menambahkan bahwa ketika perekonomian mulai bergerak, permintaan kredit akan mengalami peningkatan.
“Jadi ya, problem undisbursed loan ada, tapi ketika ekonominya tumbuh, yang lain akan pinjam lebih banyak ke perbankan, harusnya dampaknya positif. Kalau kita lihat, hanya 3-4 bulan setelah uang itu masuk ke sistem, kredit mulai tumbuh dengan lebih signifikan. Economic activity overall akan tumbuh dengan signifikan 2-3 bulan setelah uang itu masuk ke sistem,” terangnya.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow