Cara Ternak Burung Zebra Finch Agar Cepat Bertelur

Cara Ternak Burung Zebra Finch Agar Cepat Bertelur

Smallest Font
Largest Font

Memahami cara ternak burung zebra finch merupakan langkah awal yang krusial bagi para penghobi burung hias atau peternak pemula yang ingin meraih kesuksesan. Burung dengan nama ilmiah Taeniopygia guttata ini dikenal karena memiliki variasi warna yang indah serta daya tahan tubuh yang sangat baik dibandingkan jenis finch lainnya. Burung yang berasal dari daratan Australia ini memiliki sifat sosial yang tinggi, sehingga proses penangkaran biasanya dilakukan dalam sistem koloni maupun sistem tunggal. Keberhasilan dalam cara ternak burung zebra finch sangat bergantung pada pemahaman kita terhadap ekosistem asli mereka serta pemenuhan nutrisi yang tepat selama masa reproduksi agar indukan cepat berproduksi.

Dalam algoritma pencarian modern, Google sangat mengutamakan konten yang memiliki kedalaman informasi mengenai cara ternak burung zebra finch secara holistik. Artikel ini akan mengupas tuntas setiap aspek teknis, mulai dari pemilihan indukan berkualitas, pengaturan sanitasi kandang, hingga manajemen pakan yang mampu meningkatkan fertilitas telur. Dengan mengikuti panduan ini, Anda dapat meminimalisir risiko kegagalan seperti telur yang tidak menetas atau kematian dini pada anakan burung zebra finch.

Persiapan Kandang dan Lingkungan Ideal

Langkah pertama dalam cara ternak burung zebra finch adalah menyiapkan tempat tinggal yang memadai. Zebra finch adalah burung aktif yang membutuhkan ruang gerak cukup. Anda bisa memilih antara kandang soliter (satu pasang satu kandang) atau kandang aviary koloni. Untuk hasil yang lebih terkontrol, kandang soliter dengan ukuran minimal 40x40x60 cm sangat disarankan agar peternak bisa memantau perkembangan setiap pasang indukan dengan lebih detail.

kandang ternak zebra finch
Desain kandang minimalis untuk memaksimalkan proses reproduksi zebra finch

Kondisi lingkungan sekitar kandang juga harus tenang dan bebas dari gangguan predator seperti kucing atau tikus. Pastikan sirkulasi udara di dalam ruangan berjalan lancar agar kelembapan tetap terjaga di angka 50-60%. Suhu ideal untuk proses cara ternak burung zebra finch berkisar antara 24 hingga 28 derajat Celcius. Jika suhu terlalu panas, burung akan merasa stres dan malas untuk mengerami telurnya. Di dalam kandang, sediakan tangkringan (perch) dari bahan kayu alami yang memiliki diameter sesuai dengan genggaman kaki burung zebra finch untuk memudahkan proses perkawinan.

Memilih Indukan Zebra Finch Berkualitas

Kualitas keturunan sangat ditentukan oleh kualitas bibit unggul yang Anda pilih. Untuk memulai cara ternak burung zebra finch, pilihlah burung yang telah mencapai usia dewasa kelamin, yakni sekitar 6 hingga 8 bulan. Burung yang terlalu muda cenderung belum memiliki naluri mengasuh anak yang baik, sedangkan burung yang terlalu tua biasanya memiliki produktivitas yang sudah menurun.

Ciri Indukan Jantan dan Betina

Membedakan jenis kelamin zebra finch sangatlah mudah karena mereka bersifat dimorfik seksual. Burung jantan memiliki ciri khas berupa garis hitam di dada, warna oranye pada bagian pipi, serta pola bintik putih di bagian sayap bawah. Sebaliknya, burung betina memiliki tampilan yang lebih polos tanpa warna oranye di pipi dan tanpa pola garis hitam di dada. Pastikan kedua indukan dalam kondisi sehat, tidak cacat fisik, dan memiliki bulu yang rapi serta mengkilap sebagai indikator kesehatan internal.

  • Pilih indukan yang memiliki postur tubuh tegap dan aktif bergerak.
  • Pastikan mata burung bersih, tidak berair, dan sorot matanya tajam.
  • Hindari memilih burung yang memiliki kotoran menempel pada bagian dubur karena menandakan masalah pencernaan.
  • Pastikan paruh burung simetris dan tidak ada pertumbuhan yang tidak normal.

Manajemen Pakan dan Nutrisi Harian

Pemberian nutrisi yang tepat adalah rahasia utama dalam cara ternak burung zebra finch agar cepat bertelur. Makanan pokok burung ini adalah biji-bijian kecil. Campuran pakan milet putih, milet merah, dan biji sawi (canary seed) adalah menu wajib harian. Namun, untuk memacu produktivitas, Anda tidak bisa hanya mengandalkan biji-bijian kering saja.

Berikan Extra Fooding (EF) berupa sayuran hijau seperti sawi putih atau brokoli dua kali seminggu. Selain itu, pemberian protein tambahan sangatlah krusial. Anda bisa memberikan telur rebus yang dihancurkan bersama cangkangnya (egg food) sebagai sumber kalsium dan protein tinggi. Kalsium sangat dibutuhkan oleh burung betina untuk pembentukan cangkang telur yang kuat. Tanpa asupan kalsium yang cukup, betina berisiko mengalami egg binding atau kondisi di mana telur tersangkut di dalam saluran reproduksi yang bisa berakibat fatal.

"Nutrisi yang seimbang antara karbohidrat dari biji-bijian dan protein dari egg food adalah kunci utama dalam meningkatkan fertilitas pada penangkaran burung finch."

Proses Perjodohan dan Pengeraman Telur

Setelah indukan siap, langkah selanjutnya dalam cara ternak burung zebra finch adalah proses perjodohan. Jika Anda menggunakan kandang soliter, masukkan jantan dan betina ke dalam satu kandang. Jika mereka cocok, mereka akan mulai saling merapikan bulu (preening) dan tidur berdampingan. Segera sediakan kotak sarang (glodok) atau keranjang rotan kecil yang diisi dengan material sarang burung seperti serat nanas, rumput kering, atau serat kelapa.

sarang zebra finch
Indukan zebra finch saat menyusun material sarang di dalam kotak glodok

Zebra finch biasanya akan bertelur sebanyak 4 hingga 8 butir dalam satu siklus. Proses pengeraman akan dimulai secara efektif setelah telur ketiga atau keempat dikeluarkan. Masa pengeraman berlangsung selama 12 hingga 14 hari. Selama periode ini, jangan terlalu sering membuka kotak sarang karena dapat mengganggu ketenangan induk yang sedang mengeram. Stres akibat gangguan manusia seringkali menyebabkan induk membuang telurnya sendiri atau berhenti mengeram.

Perawatan Anakan Hingga Masa Mandiri

Ketika proses penetasan berhasil, tugas Anda adalah memastikan ketersediaan pakan lunak bagi indukan untuk meloloh anaknya. Anakan zebra finch lahir dalam kondisi telanjang tanpa bulu dan mata tertutup. Indukan membutuhkan pakan yang lebih tinggi protein pada fase ini untuk mendukung pertumbuhan cepat piyikan. Campuran bubur bayi sereal tanpa susu atau telur rebus halus sangat membantu mempercepat pertumbuhan anakan.

Pada usia 21 hari, anakan biasanya sudah mulai keluar dari sarang untuk belajar bertengger. Namun, mereka belum sepenuhnya mandiri dan masih akan diloloh oleh ayahnya sementara induk betina mungkin mulai bersiap untuk siklus bertelur berikutnya. Anakan dapat dipisahkan dari induknya setelah mereka bisa makan biji-bijian sendiri secara mandiri, biasanya pada usia 35 hingga 40 hari. Pemisahan ini penting untuk memberikan ruang bagi indukan memulai siklus reproduksi yang baru tanpa gangguan dari anakan sebelumnya.

anakan zebra finch
Anakan zebra finch yang sudah mulai tumbuh bulu dan siap belajar terbang

Kesimpulan

Menerapkan cara ternak burung zebra finch dengan benar memerlukan kesabaran dan ketelatenan dalam memperhatikan detail kecil. Mulai dari pemilihan bibit unggul, penyediaan kandang yang nyaman, hingga pemberian pakan milet yang diperkaya dengan nutrisi tambahan, semua elemen tersebut saling berkaitan. Dengan manajemen yang konsisten, burung zebra finch Anda akan memiliki produktivitas yang tinggi dan menghasilkan anakan berkualitas yang sehat. Selalu jaga kebersihan kandang secara rutin untuk mencegah serangan penyakit yang dapat menghambat keberhasilan usaha ternak Anda.

Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow