Pasokan Telur Ayam Nasional Aman Hingga Lebaran 2026
- Stok Telur Ayam Nasional Surplus
- Fluktuasi Harga Telur Bersifat Musiman
- Kebutuhan Nasional Telur Terpenuhi dari Produksi Dalam Negeri
- Pemantauan Harga Telur Terus Dilakukan
- Rerata Harga Telur Mulai Menurun
- Harga Telur Sempat Melebihi HAP di Bulan Oktober
- Mentan Minta Jajaran Tidak Lengah Pantau Harga Telur
Ketersediaan komoditas telur ayam ras di Indonesia dipastikan aman dan mencukupi untuk memenuhi kebutuhan masyarakat hingga Lebaran mendatang. Badan Pangan Nasional (Bapanas) menyatakan bahwa surplus produksi dalam negeri mampu menopang kebutuhan konsumsi telur secara nasional.
Stok Telur Ayam Nasional Surplus
Deputi Bidang Ketersediaan dan Stabilisasi Pangan Bapanas, I Gusti Ketut Astawa, menegaskan bahwa stok telur ayam secara nasional sangat banyak dan mampu memenuhi kebutuhan hingga setelah Ramadhan.
“Stok telur kita secara nasional banyak. Intinya sangat memenuhi kebutuhan nasional. Secara nasional ketersediaan telur sangat banyak. Lewat Ramadhan juga aman. Surplus kita. Kita tidak ada masalah kalau telur,” ungkap Deputi Ketut di Jakarta pada Rabu (24/12).
Fluktuasi Harga Telur Bersifat Musiman
Menurut Bapanas, fluktuasi harga telur lebih disebabkan oleh faktor musiman, seperti menjelang Natal dan Tahun Baru (Nataru), yang menyebabkan peningkatan permintaan. Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dinilai belum memberikan pengaruh signifikan terhadap kebutuhan konsumsi telur ayam ras saat ini.
“Kalau saya melihat program MBG, ada pengaruhnya tapi sedikit. Saat ini namanya sedang menjelang Natal dan Tahun Baru (Nataru), demand-nya naik hingga ada kenaikan,” sambung Deputi Ketut.
Kebutuhan Nasional Telur Terpenuhi dari Produksi Dalam Negeri
Proyeksi Neraca Pangan Nasional menunjukkan bahwa kebutuhan telur ayam ras, termasuk untuk program MBG, dapat dipasok sepenuhnya dari dalam negeri. Pada tahun 2025, kebutuhan SPPG diperkirakan hanya 1,96% dari total kebutuhan konsumsi nasional atau sekitar 127,3 ribu ton, sementara produksi telur setahun mencapai 6,561 juta ton.
Peningkatan Stok Akhir Tahun 2025
Stok akhir tahun 2025 untuk telur ayam ras diproyeksikan meningkat pesat dibandingkan tahun sebelumnya, mencapai 74,5 ribu ton atau melonjak 154,2% dibandingkan stok akhir 2024 yang hanya 29,3 ribu ton.
Pemantauan Harga Telur Terus Dilakukan
Pemerintah akan terus memantau perkembangan harga telur ayam ras untuk memastikan harga tetap sesuai dengan Harga Acuan Penjualan (HAP) di tingkat konsumen, yaitu Rp 30.000 per kilogram.
“Secara prinsip kami sudah sering rapat dengan teman-teman peternak. Mereka komitmen tetap di range harga di peternak Rp 22.000, Rp 23.000 sampai Rp 25.000. Artinya, pedagang mestinya masih bisa menjual dengan angka Rp 30.000,” tutur Deputi Ketut.
Rerata Harga Telur Mulai Menurun
Berdasarkan Panel Harga Pangan Bapanas, rerata harga telur ayam di tingkat konsumen secara nasional mulai menunjukkan penurunan dalam seminggu terakhir. Per 24 Desember, rerata harga berada di Rp 31.595 per kg, turun dibandingkan minggu sebelumnya yang mencapai Rp 31.671 per kg.
Bali Catat Harga Telur Terendah
Provinsi Bali mencatat rerata harga telur ayam ras terendah, yaitu Rp 27.635 per kg atau sekitar 7,8% lebih rendah dari HAP.
Harga Telur Sempat Melebihi HAP di Bulan Oktober
Rerata harga telur ayam ras secara nasional mulai melebihi HAP tingkat konsumen pada bulan Oktober 2025, yaitu Rp 30.436 per kg. Namun, sejak Januari 2025, rerata harga telur ayam ras yang dicatat Bapanas selalu berada di bawah HAP.
Mentan Minta Jajaran Tidak Lengah Pantau Harga Telur
Kepala Bapanas yang juga Menteri Pertanian (Mentan), Andi Amran Sulaiman, mengarahkan jajarannya untuk terus memantau dinamika harga telur ayam ras dan memastikan stok nasional tetap mencukupi.
“Tadi telur alhamdulillah baik, tetapi kita tidak boleh lengah. Telur cukup. Saya katakan tidak boleh naik. Kalau naik, kita tindak. Ini karena stok kita cukup. Telur ayam lebih dari cukup. Jadi aman,” kata Mentan/Kepala Bapanas Amran di Pasar Wonokromo, Surabaya, Jawa Timur (23/12).
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow