Survei: Toleransi Beragama Gen Z Lebih Tinggi dari Generasi Lain
Sebuah survei yang dilakukan oleh Kementerian Agama bekerja sama dengan Alvara Strategic Research mengungkapkan bahwa Generasi Z (Gen Z) memiliki tingkat toleransi beragama yang lebih tinggi dibandingkan generasi lainnya. Survei ini juga menunjukan kemampuan membaca Al-Quran Gen Z juga lebih baik.
Temuan Positif Survei Kehidupan Beragama Umat Islam 2025
Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Kementerian Agama bersama Alvara Strategic Research baru saja merilis Survei Indeks Kualitas Kehidupan Beragama Umat Islam Tahun 2025. Survei ini memberikan gambaran positif tentang dinamika kehidupan beragama, khususnya di kalangan anak muda.
Arsad Hidayat, Direktur Urusan Agama Islam dan Bina Syariah Kementerian Agama, menyampaikan bahwa hasil survei ini menggembirakan dan dapat dijadikan dasar dalam pembuatan kebijakan.
“Hasilnya cukup menggembirakan dan memberikan optimisme. Laporan ini idealnya menjadi acuan bagi para pengambil kebijakan untuk merumuskan langkah strategis dalam meningkatkan kualitas kehidupan beragama di tanah air,” ujar Arsad di Jakarta, Rabu (31/12/2025).
Arsad menambahkan, survei ini selaras dengan visi Asta Cita Pemerintah, terutama dalam hal penguatan sumber daya manusia dan kerukunan sosial.
“Fokus utamanya adalah membangun sumber daya manusia yang unggul sekaligus memperkokoh kerukunan dan cinta kemanusiaan sebagai fondasi stabilitas nasional,” katanya.
Toleransi Beragama Generasi Z Unggul
Survei tersebut menunjukkan bahwa Gen Z memiliki tingkat toleransi beragama yang lebih tinggi dibandingkan generasi Milenial dan Baby Boomers.
Lilik Purwandi, peneliti Alvara Strategic Research, menyoroti bahwa Gen Z memiliki peran penting sebagai penggerak menuju Indonesia Emas 2045.
“Data ini menunjukkan Gen Z memiliki kedewasaan sikap yang luar biasa dalam menghargai perbedaan. Mereka adalah generasi yang paling menolak praktik persekusi atau pembubaran kegiatan keagamaan pihak lain,” ujar Lilik.
Indeks Toleransi Gen Z Lampaui Generasi Lain
Pada indikator sikap tidak membubarkan kegiatan keagamaan aliran atau organisasi keagamaan lain, Gen Z meraih indeks 80,03, melampaui generasi lainnya.
Secara keseluruhan, indeks pengamalan toleransi Gen Z berada pada angka 79,65, sedikit di bawah Generasi X (79,67), namun lebih tinggi dari Milenial (79,07) dan Baby Boomers (78,63).
Literasi Al-Quran Generasi Z Juga Tinggi
Selain toleransi, Gen Z juga unggul dalam kemampuan membaca Al-Quran dibandingkan generasi lainnya.
Kemampuan Membaca Al-Quran Gen Z Tertinggi
Indeks kemampuan membaca Al-Qur’an dengan tartil pada Gen Z tercatat sebesar 56,29, lebih tinggi dibandingkan generasi lainnya.
Potensi Positif di Wilayah Perkotaan
Survei ini juga menyoroti potensi positif kehidupan beragama di wilayah perkotaan yang didominasi oleh populasi muda.
“Gen Z dan Milenial adalah pilar masa depan. Walaupun terdapat tantangan dalam pengamalan ibadah harian, modal intelektual melalui pemahaman Al-Qur’an dan sikap toleransi yang matang merupakan aset besar bagi kohesi sosial,” kata Lilik.
Metodologi Survei
Survei ini menggunakan metode kuantitatif dengan melibatkan 1.208 responden Muslim di 34 provinsi. Pengambilan sampel dilakukan secara acak bertahap (multistage random sampling) melalui wawancara tatap muka langsung. Margin of error survei ini adalah 2,89 persen dengan tingkat kepercayaan 95 persen.
Indeks Kualitas Kehidupan Beragama Nasional
Secara nasional, Indeks Kualitas Kehidupan Beragama Umat Islam Tahun 2025 berada pada angka 78,80 dan masuk kategori tinggi. Dimensi Akhlak menjadi aspek dengan skor tertinggi, yakni 81,88.
Diharapkan, hasil survei ini dapat menjadi landasan dalam merumuskan program pembinaan keagamaan yang relevan bagi Gen Z dan Milenial.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow