Ternak Burung Decu Panduan Lengkap Budidaya Sukses

Ternak Burung Decu Panduan Lengkap Budidaya Sukses

Smallest Font
Largest Font

Ternak burung decu merupakan aktivitas penangkaran yang semakin diminati oleh para penghobi burung kicau di Indonesia. Burung yang sering dijuluki sebagai kacer mini ini memiliki suara kristal yang sangat merdu dan gaya bertarung yang unik. Melakukan ternak burung decu bukan hanya sekadar hobi melainkan juga dapat menjadi peluang bisnis yang menjanjikan jika dilakukan dengan teknik yang tepat dan konsisten. Dalam algoritma pencarian modern seperti Google BERT, pemahaman mengenai ekosistem burung ini sangat penting untuk menghasilkan konten yang relevan dan mendalam.

Memulai langkah dalam ternak burung decu memerlukan pemahaman mendalam mengenai perilaku alami mereka di alam liar. Burung decu atau Saxicola caprata adalah jenis burung pemakan serangga yang sangat teritorial. Oleh karena itu, dalam sistem penangkaran, kita harus mampu menciptakan suasana yang mirip dengan habitat aslinya. Keberhasilan dalam ternak burung decu sangat bergantung pada sinkronisasi antara faktor lingkungan, nutrisi, dan kecocokan pasangan indukan yang akan dijodohkan di dalam kandang penangkaran.

Persiapan Kandang Penangkaran Burung Decu

Langkah awal yang paling krusial dalam ternak burung decu adalah menyediakan kandang penangkaran yang ideal. Kandang harus ditempatkan di lokasi yang tenang dan terhindar dari gangguan predator seperti kucing atau tikus. Ukuran kandang yang ideal untuk satu pasang burung decu adalah panjang 90 cm, lebar 90 cm, dan tinggi 180 cm. Struktur kandang sebaiknya menggunakan kawat ram halus dengan sirkulasi udara yang baik agar suhu di dalam ruangan tetap stabil.

kandang penangkaran burung decu
Desain kandang penangkaran yang nyaman sangat menentukan keberhasilan ternak burung decu

Di dalam kandang penangkaran, Anda harus menyediakan beberapa perlengkapan wajib. Tempatkan kotak sarang yang terbuat dari kayu atau serat alam di sudut atas kandang yang paling tertutup. Sediakan bahan sarang seperti rumput kering, serat nanas, atau bulu unggas agar indukan burung decu dapat menyusun sarangnya sendiri. Selain itu, pastikan terdapat wadah air yang cukup besar untuk mandi dan minum, karena burung decu sangat gemar menjaga kebersihan bulunya untuk menjaga performa kicauannya.

Pencahayaan juga memegang peranan penting. Pastikan kandang mendapatkan sinar matahari pagi yang cukup untuk membantu metabolisme kalsium pada burung. Jika kandang berada di dalam ruangan, penggunaan lampu full-spectrum bisa menjadi alternatif untuk menggantikan peran sinar matahari. Lingkungan yang nyaman akan mengurangi tingkat stres pada burung, yang secara langsung akan mempercepat proses reproduksi dalam ternak burung decu yang sedang Anda jalankan.

Memilih Indukan Burung Decu Berkualitas

Pemilihan indukan burung decu yang berkualitas adalah pondasi utama untuk menghasilkan anakan yang unggul. Indukan jantan harus memiliki mental petarung yang baik, volume suara yang keras, dan kondisi fisik yang sempurna tanpa cacat. Ciri decu jantan yang siap kawin biasanya terlihat dari bulunya yang hitam mengkilap secara keseluruhan dan perilaku yang sangat agresif saat mendengar suara burung lain. Usia minimal untuk indukan jantan yang ideal adalah sekitar 1 hingga 1,5 tahun.

Sementara itu, indukan betina harus dipilih yang sudah matang secara seksual, biasanya berumur minimal 8 bulan hingga 1 tahun. Betina yang siap produksi ditandai dengan perilaku gelisah dan sering membawa bahan sarang ke dalam kotak penangkaran. Pastikan betina memiliki postur tubuh yang proporsional dan tidak mengalami kegemukan, karena timbunan lemak yang berlebih dapat menghambat proses pembuahan telur di dalam ovarium.

"Kualitas genetik dari kedua indukan akan menentukan 70 persen karakter suara dan fisik dari anakan yang dihasilkan dalam proses penangkaran." - Pakar Ornithologi

Sebelum dimasukkan ke dalam satu kandang, kedua indukan harus melalui proses penjodohan. Letakkan sangkar jantan dan betina secara berdampingan selama beberapa hari. Jika keduanya sudah saling menyahut dan terlihat tidur berdekatan meski terhalang jeruji, itu adalah sinyal positif bahwa mereka siap untuk disatukan. Dalam ternak burung decu, pemaksaan penyatuan tanpa proses perkenalan dapat berakibat fatal bagi keselamatan indukan betina.

Manajemen Pakan dan Nutrisi Ternak Burung Decu

Nutrisi adalah bahan bakar utama dalam siklus reproduksi. Dalam ternak burung decu, pemberian pakan serangga yang bervariasi sangat direkomendasikan. Pakan utama harian berupa jangkrik kecil, ulat kandang, dan kroto segar harus tersedia secara ad libitum atau selalu tersedia. Jangkrik berfungsi sebagai sumber protein utama, sedangkan kroto sangat baik untuk meningkatkan hormon birahi pada kedua pasangan indukan.

pakan serangga burung decu
Pemberian pakan alami seperti kroto dan jangkrik sangat penting untuk meningkatkan birahi indukan

Selain pakan alami, pemberian vitamin dan suplemen tambahan juga diperlukan. Campurkan multivitamin ke dalam air minum dua kali seminggu untuk menjaga daya tahan tubuh. Untuk indukan betina, tambahkan asupan kalsium tinggi guna memastikan cangkang telur yang dihasilkan kuat dan tidak mudah retak. Anda bisa menggunakan tulang sotong yang dihaluskan atau grit khusus burung yang banyak tersedia di toko perlengkapan hewan.

  • Jangkrik: Berikan 5-10 ekor pada pagi dan sore hari.
  • Kroto: Berikan satu sendok makan setiap pagi untuk memicu hormon.
  • Ulat Kandang: Sangat baik untuk menjaga suhu tubuh burung saat cuaca dingin.
  • Multivitamin: Membantu menjaga stamina selama proses pengeraman.

Konsistensi dalam pemberian pakan akan membuat burung merasa aman bahwa ketersediaan makanan terjamin, sehingga mereka akan lebih fokus pada proses perkawinan. Jangan pernah membiarkan wadah pakan kosong dalam waktu lama, karena hal ini dapat menyebabkan indukan burung decu merasa terancam dan membatalkan proses bertelur atau bahkan membuang telurnya sendiri.

Proses Pengeraman dan Perawatan Anakan

Setelah proses perkawinan sukses, indukan betina akan mulai bertelur, biasanya berjumlah 2 hingga 4 butir. Masa pengeraman berlangsung selama kurang lebih 12 hingga 14 hari. Selama periode ini, ketenangan di sekitar kandang penangkaran harus dijaga ekstra ketat. Hindari aktivitas yang menimbulkan suara bising atau gerakan tiba-tiba di dekat kandang, karena hal tersebut dapat membuat indukan betina merasa terganggu dan meninggalkan sarangnya.

anakan burung decu
Perawatan anakan burung decu pada minggu-minggu pertama adalah masa paling kritis

Ketika telur menetas, beban kebutuhan nutrisi akan meningkat secara drastis. Indukan memerlukan stok pakan serangga yang lebih banyak untuk meloloh anakan mereka. Pada usia 1 hingga 7 hari, pastikan ketersediaan kroto segar selalu ada karena merupakan pakan yang paling mudah dicerna oleh anakan burung decu. Setelah berusia dua minggu, anakan biasanya sudah mulai belajar keluar dari sarang atau fledging.

Jika Anda memilih untuk melakukan metode hand-rearing atau meloloh sendiri, anakan bisa diambil dari sarang pada usia 7-10 hari. Gunakan bubur khusus burung pemakan serangga yang dicampur dengan kroto halus. Meloloh sendiri memiliki keuntungan yaitu burung akan menjadi lebih jinak dan mudah untuk dimasteri dengan berbagai suara burung lain. Namun, risiko kematian juga lebih tinggi jika teknik meloloh tidak dilakukan dengan benar dan higienis.

Sebagai kesimpulan, ternak burung decu memerlukan kombinasi antara pengetahuan teknis dan insting perawat. Dengan memperhatikan kualitas indukan decu, manajemen kandang penangkaran yang baik, serta pemenuhan nutrisi yang tepat, kesuksesan dalam budidaya kacer mini ini bukan lagi sekadar impian. Tetaplah belajar dari pengalaman dan terus tingkatkan standar perawatan untuk menghasilkan generasi burung decu yang berkualitas tinggi dan memiliki nilai jual yang kompetitif di pasar burung kicau.

Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow