Beternak Burung Kenari Menghasilkan Keuntungan Melimpah
Beternak burung kenari merupakan peluang usaha yang sangat menjanjikan bagi para pecinta unggas maupun pebisnis rumahan. Burung dengan nama ilmiah Serinus canaria ini memiliki pasar yang sangat stabil karena suara kicauannya yang merdu serta variasi warna bulunya yang indah. Memulai usaha ini tidak memerlukan lahan yang sangat luas, namun menuntut pemahaman mendalam mengenai siklus hidup dan kebutuhan nutrisi burung tersebut agar dapat menghasilkan keturunan yang berkualitas tinggi.
Langkah awal dalam beternak burung kenari dimulai dari pemahaman terhadap karakter psikologis burung. Kenari adalah burung yang sensitif terhadap perubahan lingkungan, sehingga stabilitas suhu dan ketenangan lokasi kandang menjadi faktor penentu keberhasilan. Banyak peternak pemula gagal karena mengabaikan aspek sirkulasi udara dan pencahayaan yang cukup di area peternakan mereka. Padahal, faktor-faktor lingkungan ini sangat mempengaruhi birahi dan produktivitas indukan dalam menghasilkan telur yang subur.
Mempersiapkan Kandang Ternak Kenari yang Ideal
Persiapan infrastruktur adalah pondasi utama sebelum Anda memasukkan indukan. Kandang ternak kenari yang baik harus memberikan ruang gerak yang cukup namun tetap memudahkan proses pembersihan harian. Biasanya, peternak menggunakan kandang kotak (breeding box) yang terbuat dari kayu atau besi dengan ukuran standar sekitar 40x40x60 sentimeter. Pastikan posisi kandang tidak terpapar angin kencang secara langsung atau terkena predator seperti tikus dan kucing yang bisa membuat burung stres.

Kebersihan adalah kunci utama dalam mencegah serangan parasit dan jamur. Penggunaan alas kandang yang mudah diganti seperti koran atau pasir malang sangat disarankan. Selain itu, penempatan wadah pakan dan air minum harus terpisah agar kualitas air tetap terjaga dari kontaminasi sisa makanan. Penempatan sarang (nest box) juga harus dilakukan dengan hati-hati, pilihlah bahan serat nanas atau rumput kering yang lembut agar indukan kenari unggul merasa nyaman saat mulai merajut sarangnya.
Memilih Indukan Kenari Unggul dan Berkualitas
Kualitas anakan sangat bergantung pada genetika yang dibawa oleh para induknya. Saat memilih indukan kenari unggul, pastikan burung dalam kondisi fisik yang prima, tidak cacat, dan telah mencapai usia matang kelamin. Untuk kenari jantan, biasanya siap kawin pada usia 8 bulan, sedangkan betina lebih cepat yakni sekitar usia 6 bulan. Ciri kenari jantan yang siap kawin adalah suaranya yang semakin gacor dan perilaku yang agresif saat melihat betina.
"Keberhasilan dalam mencetak burung juara diawali dari seleksi indukan yang memiliki silsilah suara dan postur yang jelas." - Pakar Ornitologi.
Berikut adalah kriteria utama dalam menyeleksi indukan:
- Kesehatan Fisik: Mata cerah, bulu mengkilap, dan aktif bergerak.
- Kualitas Suara: Memiliki irama lagu yang panjang dan tidak putus-putus.
- Postur Tubuh: Proporsional dengan bentuk kaki yang kokoh.
- Riwayat Produksi: Induk betina sebaiknya berasal dari keturunan yang pandai merawat anakan.

Pemberian Pakan Burung Kenari yang Bernutrisi
Manajemen nutrisi memegang peranan vital dalam proses reproduksi. Pakan burung kenari tidak hanya sebatas biji-bijian (canary seed), tetapi juga membutuhkan asupan tambahan yang kaya akan protein dan kalsium. Selama masa penjodohan, pemberian sayuran hijau seperti sawi putih atau brokoli sangat membantu meningkatkan stamina burung. Selain itu, pemberian telur puyuh rebus secara berkala dapat membantu meningkatkan birahi indukan secara alami tanpa efek samping yang berbahaya.
Kalsium sangat dibutuhkan oleh betina untuk pembentukan cangkang telur yang kuat. Peternak dapat memberikan tulang sotong atau grit (bubuk kulit kerang) yang disediakan di dalam kandang secara terus-menerus. Tanpa kalsium yang cukup, betina berisiko mengalami egg binding atau kesulitan mengeluarkan telur yang dapat berakibat fatal. Pastikan pula ketersediaan air minum yang selalu segar dan diganti minimal dua kali sehari untuk mencegah pertumbuhan bakteri merugikan.
Proses Penjodohan dan Perkawinan Burung Kenari
Menjodohkan burung kenari memerlukan kesabaran dan ketelitian dalam membaca tanda-tanda alamiah. Langkah pertama adalah proses perkenalan dengan cara mendekatkan sangkar jantan dan betina. Jika jantan mulai berkicau merayu dan betina merespons dengan mengepakkan sayap atau membawa bahan sarang, itu pertanda mereka sudah siap disatukan. Jangan langsung mencampur keduanya tanpa tahap perkenalan karena bisa terjadi perkelahian yang mengakibatkan luka fisik.
Waktu yang paling efektif untuk menyatukan indukan adalah pada sore hari saat suasana mulai tenang. Setelah disatukan, amati perilaku keduanya selama beberapa jam. Jika mereka saling menyuapi (loloh-lolohan), maka proses perkawinan kemungkinan besar akan terjadi dalam waktu singkat. Setelah perkawinan sukses, betina akan mulai menetap di dalam sarang untuk mempersiapkan diri bertelur. Biasanya, satu indukan dapat menghasilkan 3 hingga 5 butir telur dalam satu periode pengeraman.
Manajemen Proses Mengeram Telur hingga Menetas
Selama proses mengeram telur, ketenangan lingkungan sangat mutlak diperlukan. Betina akan mengerami telurnya selama kurang lebih 14 hari. Pada masa ini, peternak disarankan untuk tidak terlalu sering mengintip sarang atau memindahkan posisi kandang karena dapat menyebabkan induk merasa terancam dan meninggalkan telurnya (stres). Pemberian pakan tambahan harus tetap dijaga agar kondisi fisik betina tidak menurun drastis selama masa pengeraman.

Setelah 14 hari, telur akan menetas satu per satu. Pada tahap ini, peran peternak berubah menjadi penyedia nutrisi bagi induk untuk meloloh anakannya. Campuran telur puyuh rebus yang dihancurkan halus dengan sedikit remah roti (egg food) menjadi pakan terbaik bagi anakan yang baru menetas karena teksturnya yang lembut dan kandungan proteinnya yang sangat tinggi untuk mendukung pertumbuhan tulang dan bulu anakan.
Perawatan dan Pembesaran Anakan Burung Kenari
Anakan kenari biasanya akan mulai keluar dari sarang pada usia 21 hari. Namun, mereka belum sepenuhnya mampu makan sendiri dan masih bergantung pada asupan dari induknya. Pemisahan anakan dari induk dilakukan saat mereka sudah benar-benar mahir mengupas biji-bijian, biasanya pada usia 1 bulan hingga 1,5 bulan. Setelah dipisah, anakan diletakkan di kandang umbaran agar otot-otot sayap dan pernapasan mereka berkembang dengan optimal, yang nantinya akan berpengaruh pada kualitas suara kicauan mereka.
Pemberian multivitamin tambahan dalam air minum juga sangat disarankan untuk menjaga imunitas anakan dari serangan penyakit musiman seperti pox atau gangguan pernapasan. Konsistensi dalam memberikan pakan yang variatif dan menjaga kebersihan lingkungan akan memastikan anakan tumbuh menjadi burung yang sehat dan bernilai jual tinggi. Dengan menerapkan teknik beternak burung kenari yang benar, Anda tidak hanya mendapatkan kepuasan hobi, tetapi juga keuntungan finansial yang berkelanjutan.
Kesimpulannya, kesuksesan dalam budidaya ini terletak pada pemilihan indukan kenari unggul, penyediaan kandang ternak kenari yang standar, serta manajemen pakan burung kenari yang tepat. Melalui dedikasi dan pemahaman yang mendalam terhadap setiap tahapan perkembangan burung, siapa pun bisa menjadi peternak profesional yang sukses di industri hobi burung berkicau ini.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow