Ternak Burung Pleci Sangkar Gantung Panduan Lengkap

Ternak Burung Pleci Sangkar Gantung Panduan Lengkap

Smallest Font
Largest Font

Cara ternak burung pleci di sangkar gantung menjadi solusi populer bagi para penghobi burung kicau yang memiliki keterbatasan lahan namun ingin mencoba peruntungan dalam dunia budidaya. Burung pleci atau yang dikenal dengan nama latin Zosterops merupakan salah satu jenis burung koloni yang memiliki daya tarik tinggi karena suara kristalnya yang khas. Memulai budidaya ini memerlukan pemahaman mendalam mengenai perilaku alami burung di alam liar agar proses reproduksi dapat berjalan sukses meski hanya dilakukan di dalam media sangkar yang terbatas. Strategi ini menuntut ketelitian dalam manajemen lingkungan dan pemenuhan nutrisi agar indukan tidak merasa stres saat berada dalam fase penjodohan.

Keberhasilan dalam menjalankan cara ternak burung pleci di sangkar gantung sangat bergantung pada pemilihan bibit atau indukan yang berkualitas. Banyak peternak pemula gagal karena mengabaikan aspek mental burung. Pleci yang terlalu liar akan sulit beradaptasi dengan lingkungan sempit, sehingga disarankan memilih burung yang sudah relatif jinak. Selain itu, sinkronisasi antara usia jantan dan betina memegang peranan krusial dalam menentukan tingkat kesuburan telur yang dihasilkan nantinya. Artikel ini akan mengupas tuntas langkah demi langkah teknis penangkaran yang efisien dan efektif untuk menghasilkan anakan pleci yang memiliki prospek juara.

Persiapan Indukan Burung Pleci Berkualitas

Langkah awal yang paling fundamental adalah melakukan seleksi indukan secara ketat. Anda harus memastikan bahwa indukan jantan memiliki fisik yang sehat, tidak cacat, dan sudah menunjukkan tanda-tanda gacor atau rajin berkicau dengan volume yang keras. Hal ini menandakan bahwa hormon testosteron pada burung jantan berada pada level yang optimal untuk melakukan perkawinan. Di sisi lain, indukan betina harus memiliki postur tubuh yang proporsional dan sudah berusia minimal satu tahun agar organ reproduksinya sudah matang secara sempurna.

Indukan pleci berkualitas
Memilih indukan jantan dan betina yang sehat adalah kunci utama keberhasilan penangkaran pleci.

Dalam proses seleksi, perhatikan juga garis keturunan atau genetika burung tersebut. Gunakan burung yang memiliki riwayat kesehatan yang baik dan tidak rentan terhadap penyakit. Berikut adalah beberapa kriteria fisik yang perlu diperhatikan saat memilih indukan:

  • Mata jernih: Menandakan burung dalam kondisi stamina yang prima.
  • Bulu rapi: Mencerminkan tingkat kecukupan nutrisi dan kebersihan lingkungan sebelumnya.
  • Nafsu makan tinggi: Indikasi sistem metabolisme yang bekerja dengan baik.
  • Kelincahan: Menunjukkan mentalitas burung yang stabil dan tidak mudah stres.

Setelah mendapatkan indukan yang sesuai, langkah selanjutnya adalah memberikan perawatan pra-penjodohan. Berikan asupan extra fooding berupa ulat hongkong, kroto, atau jangkrik kecil secara rutin. Penambahan multivitamin juga sangat disarankan untuk meningkatkan birahi secara alami sehingga proses perkenalan antar indukan di dalam sangkar gantung dapat berlangsung lebih cepat tanpa adanya agresi yang berlebihan.

Setting Sangkar Gantung Untuk Penangkaran

Menggunakan sangkar gantung sebagai media ternak membutuhkan modifikasi khusus agar burung merasa seperti berada di habitat aslinya. Meskipun ruangannya terbatas, Anda tetap bisa menciptakan suasana yang nyaman dengan mengatur tata letak aksesoris di dalam sangkar. Gunakan sangkar yang memiliki ukuran minimal 40x40x60 cm agar burung masih memiliki ruang untuk bergerak dan melakukan aktivitas terbang pendek yang diperlukan untuk menjaga kebugaran otot sayap mereka.

Penempatan sarang merupakan elemen vital dalam cara ternak burung pleci di sangkar gantung. Pleci biasanya menyukai tempat bersarang yang tersembunyi namun tetap memiliki sirkulasi udara yang baik. Anda bisa menggunakan sarang buatan yang terbuat dari serat nanas, serat kelapa, atau rumput kering yang disusun menyerupai mangkuk kecil. Letakkan sarang di sudut atas sangkar dan tutupi sebagian sisinya dengan daun sintetis untuk memberikan privasi bagi indukan betina saat mengerami telurnya.

Setting sangkar ternak pleci
Penataan sarang dan tangkringan yang tepat di dalam sangkar gantung meningkatkan rasa nyaman burung.
"Kunci utama dalam ternak pleci di lahan sempit adalah manipulasi lingkungan. Semakin burung merasa aman dari gangguan predator dan manusia, semakin tinggi peluang mereka untuk segera bertelur."

Pastikan juga ketersediaan air bersih yang selalu tersedia setiap saat. Pleci sangat gemar mandi, sehingga menyediakan wadah air yang agak besar dapat membantu mereka menjaga suhu tubuh dan kebersihan bulu. Namun, saat proses pengeraman dimulai, sebaiknya kurangi frekuensi mandi agar suhu di dalam sarang tetap stabil dan tidak lembap, yang dapat merusak kualitas cangkang telur.

Tahapan Penjodohan Dan Perkawinan

Proses penjodohan dalam cara ternak burung pleci di sangkar gantung diawali dengan tahap perkenalan. Letakkan sangkar jantan dan betina secara berdampingan atau berdekatan selama 3 hingga 7 hari. Perhatikan interaksi keduanya; jika jantan mulai berkicau merayu dan betina merespons dengan mengepakkan sayap atau mengeluarkan suara panggilan kecil, itu pertanda kuat bahwa mereka sudah mulai berjodoh. Jangan terburu-buru menyatukan keduanya dalam satu sangkar jika belum terlihat tanda-tanda kecocokan fisik.

Setelah terlihat tanda chemistry, masukkan kedua burung ke dalam satu sangkar gantung pada sore hari saat kondisi lingkungan mulai tenang. Pantau perilaku mereka selama beberapa jam pertama. Jika terjadi perkelahian hebat, segera pisahkan dan ulangi proses perkenalan. Namun, jika mereka mulai terlihat saling merapikan bulu (didis) atau tidur berdampingan, maka proses penjodohan telah berhasil. Pada tahap ini, birahi indukan harus tetap dijaga dengan pemberian pakan tinggi protein secara konsisten.

Berikut adalah urutan fase reproduksi yang biasanya dilalui:

  1. Fase Penataan Sarang: Indukan akan mulai mengangkut bahan sarang ke dalam wadah yang disediakan.
  2. Fase Perkawinan: Biasanya terjadi di pagi hari setelah matahari terbit.
  3. Fase Bertelur: Betina akan menghasilkan 2 hingga 3 butir telur berwarna biru pucat.
  4. Fase Pengeraman: Berlangsung selama 11 hingga 13 hari hingga telur menetas.

Manajemen Pakan Dan Perawatan Anakan

Nutrisi adalah faktor penentu kualitas anakan yang akan dihasilkan. Selama masa penjodohan hingga pengeraman, berikan kombinasi pakan pleci yang seimbang antara voer berkualitas tinggi dengan pakan alami. Kroto segar merupakan menu wajib karena mengandung protein hewani yang sangat tinggi untuk mendukung pembentukan sel telur dan menjaga stamina indukan. Pastikan kroto dalam keadaan bersih dan tidak basi agar tidak menyebabkan masalah pencernaan pada burung.

Pakan tambahan pleci
Pemberian kroto dan ulat balap sangat penting untuk memacu birahi dan nutrisi indukan pleci.

Ketika telur sudah menetas, tugas peternak menjadi lebih intensif. Indukan pleci akan sangat aktif mencari makan untuk meloloh anakannya. Pada periode ini, stok ulat hongkong bertekstur lunak (putih) dan kroto harus selalu tersedia dalam jumlah yang cukup. Hindari memberikan pakan yang terlalu keras atau besar karena dapat menyebabkan anakan tersedak. Jika indukan terlihat tidak mau meloloh, Anda harus siap melakukan teknik hand-feeding menggunakan bubur khusus burung bayi yang diberikan menggunakan spet setiap 1-2 jam sekali.

Kebersihan sangkar juga tidak boleh diabaikan. Meskipun sedang dalam masa ternak, dasar sangkar harus dibersihkan dari kotoran dan sisa pakan secara perlahan agar tidak mengganggu ketenangan indukan. Lingkungan yang kotor akan mengundang parasit dan bakteri yang dapat menyerang kesehatan anakan pleci yang masih rentan. Penggunaan alas koran yang diganti setiap hari sangat disarankan untuk mempermudah proses pembersihan tanpa menimbulkan kegaduhan di dalam area penangkaran.

Kesimpulan

Menerapkan cara ternak burung pleci di sangkar gantung memang penuh tantangan, namun hasil yang didapatkan sangat memuaskan bagi para penghobi. Kunci kesuksesan terletak pada kesabaran dalam proses penjodohan, ketelitian dalam memilih indukan, serta konsistensi dalam pemenuhan nutrisi. Dengan manajemen yang tepat, Anda tidak hanya berkontribusi dalam melestarikan populasi burung pleci, tetapi juga berpotensi menghasilkan burung-burung juara yang memiliki nilai ekonomi tinggi. Teruslah belajar dari pengalaman dan jangan ragu untuk melakukan eksperimen settingan yang paling sesuai dengan karakter burung pleci koleksi Anda di rumah.

Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow