Ternak Burung Tledekan Gunung Sangat Menjanjikan Bagi Para Penghobi

Ternak Burung Tledekan Gunung Sangat Menjanjikan Bagi Para Penghobi

Smallest Font
Largest Font

**Ternak burung tledekan gunung** merupakan salah satu aktivitas hobi yang kini bertransformasi menjadi bisnis menguntungkan di Indonesia. Burung yang memiliki nama latin **Cyornis banyumas** ini dikenal dengan suara kicauan yang sangat merdu dan gaya bertarung yang unik yang sering disebut nyeklek. Permintaan pasar terhadap burung hasil **penangkaran** terus meningkat seiring dengan semakin ketatnya aturan mengenai perlindungan satwa liar hasil tangkapan alam. Memulai langkah penangkaran membutuhkan ketelatenan ekstra terutama dalam memahami karakter biologis serta psikologis dari **burung sulingan** ini agar proses reproduksi berjalan optimal dan konsisten.

Persiapan Kandang dan Indukan Ternak Burung Tledekan Gunung

Langkah awal yang paling krusial dalam **ternak burung tledekan gunung** adalah menyiapkan infrastruktur yang memadai. Kandang yang nyaman akan mengurangi tingkat stres pada burung yang pada gilirannya akan mempercepat proses birahi. Idealnya kandang penangkaran diletakkan di area yang tenang dan jauh dari gangguan predator seperti kucing atau tikus. Sirkulasi udara harus terjaga dengan baik namun tetap mendapatkan sinar matahari pagi yang cukup untuk membantu metabolisme kalsium pada indukan betina saat memproduksi telur.

Keberhasilan dalam mencetak anakan berkualitas sangat bergantung pada pemilihan bibit unggul dan lingkungan yang menyerupai habitat aslinya di pegunungan yang sejuk.

Dalam memilih **materi indukan**, pastikan Anda mendapatkan burung yang sudah cukup umur. Untuk jantan minimal berusia 1,5 tahun sedangkan betina minimal 1 tahun. Ciri indukan jantan yang baik adalah memiliki mental tarung yang kuat dan volume suara yang tembus. Sementara itu indukan betina harus sehat secara fisik tanpa cacat dan memiliki sifat pengasuh yang baik terhadap calon piyikan nantinya. Pengamatan mendalam terhadap perilaku calon indukan sangat disarankan sebelum memasukkannya ke dalam kandang utama.

kandang ternak tledekan gunung
Desain kandang yang ideal untuk menunjang keberhasilan ternak burung tledekan gunung di rumah

Beberapa peralatan pendukung yang wajib ada di dalam kandang meliputi:

  • **Glodok** atau kotak sarang yang terbuat dari kayu pinus atau bambu.
  • Bahan sarang alami seperti serat nanas, rumput kering, atau cemara.
  • Wadah mandi yang cukup lebar karena tledekan sangat gemar membersihkan diri.
  • Tempat pakan dan minum yang mudah dibersihkan setiap hari.

Proses Perjodohan dan Pemberian Pakan Berkualitas

Metode perjodohan dalam **ternak burung tledekan gunung** seringkali menjadi tantangan tersendiri bagi peternak pemula. Jangan langsung menyatukan jantan dan betina dalam satu ruang tanpa perkenalan. Letakkan sangkar masing-masing secara berdampingan selama satu hingga dua minggu. Perhatikan jika jantan mulai rajin berkicau merayu dan betina memberikan respons dengan mengepakkan sayap atau mengeluarkan suara panggilan khas. Ini adalah sinyal bahwa kedua **entitas** tersebut sudah siap untuk disatukan dalam satu kandang penangkaran besar.

Aspek nutrisi memegang peranan vital selama masa penjodohan hingga masa bertelur. Pemberian **pakan berkualitas** tinggi harus dilakukan secara konsisten. Burung tledekan adalah pemakan serangga murni sehingga asupan protein harus melimpah. Anda wajib menyediakan Extra Fooding (EF) yang bervariasi untuk memicu hormon reproduksi mereka secara alami tanpa harus bergantung pada suplemen kimia yang berlebihan.

pakan serangga burung tledekan
Kombinasi jangkrik dan kroto segar untuk meningkatkan birahi indukan tledekan gunung

Berikut adalah daftar jenis pakan yang direkomendasikan untuk menunjang fertilitas:

  1. **Jangkrik alam** berukuran kecil yang diberikan secara ad libitum (selalu tersedia).
  2. **Kroto** segar yang kaya akan protein untuk menaikkan suhu tubuh dan birahi.
  3. **Ulat hongkong** diberikan dalam jumlah terbatas untuk menjaga kestabilan emosi burung.
  4. **Cacing tanah** yang sangat bagus diberikan saat betina sedang dalam masa produksi cangkang telur.

Manajemen Penetasan dan Perawatan Trotolan Tledekan

Setelah proses perkawinan berhasil betina akan mulai menyusun sarang dan bertelur antara 2 sampai 3 butir. Masa inkubasi atau pengeraman dalam **ternak burung tledekan gunung** berlangsung selama kurang lebih 12 hingga 14 hari. Selama masa ini pastikan ketenangan di sekitar kandang benar-benar terjaga. Jangan terlalu sering mengintip kotak sarang karena dapat menyebabkan indukan merasa terancam dan membuang telurnya atau bahkan mematuk anaknya sendiri saat baru menetas.

Ketika telur menetas peternak memiliki dua pilihan manajemen. Pertama adalah membiarkan indukan meloloh sendiri hingga anakan bisa mandiri. Kedua adalah melakukan teknik **hand-rearing** atau meloloh sendiri oleh manusia setelah anakan berusia 7-10 hari. Teknik meloloh manual memiliki keunggulan yaitu anakan menjadi lebih jinak dan indukan bisa segera diproduksi kembali untuk siklus berikutnya. Namun hal ini memerlukan dedikasi waktu yang tinggi karena **trotolan** harus diberi makan setiap 1-2 jam sekali.

trotolan tledekan gunung sehat
Penanganan trotolan tledekan gunung hasil penangkaran agar tumbuh menjadi burung juara

Pemberian vitamin cair pada air minum indukan sangat disarankan untuk menjaga imunitas. Selain itu menjaga kebersihan dasar kandang dari kotoran sangat penting guna mencegah munculnya jamur dan bakteri yang bisa menyerang pernapasan burung. Dengan manajemen sanitasi yang baik angka kematian anakan bisa ditekan seminimal mungkin sehingga keuntungan finansial dari **penangkaran burung kicau** ini bisa didapatkan secara maksimal oleh para peternak lokal.

Sebagai kesimpulan menjalankan **ternak burung tledekan gunung** memerlukan kombinasi antara pengetahuan teknis dan insting penyayang binatang. Pasar burung kicauan di Indonesia tetap stabil karena budaya lomba burung yang masih sangat kuat di berbagai daerah. Dengan konsistensi dalam menjaga kualitas hasil ternakan Anda tidak hanya berkontribusi dalam melestarikan ekosistem burung sulingan gunung tetapi juga membangun aset ekonomi yang terus bertumbuh dari waktu ke waktu di masa depan.

Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow