Contoh PKB Perusahaan dan Panduan Lengkap Cara Menyusunnya

Contoh PKB Perusahaan dan Panduan Lengkap Cara Menyusunnya

Smallest Font
Largest Font

Memahami contoh PKB perusahaan sangat krusial bagi setiap praktisi HR, pemilik bisnis, maupun anggota serikat pekerja di Indonesia. Perjanjian Kerja Bersama atau PKB bukan sekadar dokumen formalitas yang disimpan di laci meja direksi, melainkan sebuah instrumen hukum yang mengatur tatanan kehidupan profesional di dalam sebuah organisasi. Dalam konteks hukum ketenagakerjaan di Indonesia, PKB berfungsi sebagai 'konstitusi' internal yang menjembatani kepentingan pemberi kerja dan penerima kerja agar tercipta sinergi yang produktif.

Penyusunan contoh PKB perusahaan yang baik harus merujuk pada regulasi yang berlaku, terutama Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan yang telah diperbarui melalui UU Cipta Kerja. Tanpa adanya PKB yang jelas, potensi konflik industrial akibat perbedaan interpretasi hak dan kewajiban akan sangat besar. Oleh karena itu, artikel ini akan mengulas secara mendalam mengenai struktur, fungsi, hingga contoh elemen yang wajib ada dalam sebuah Perjanjian Kerja Bersama yang ideal.

Apa Itu Perjanjian Kerja Bersama (PKB)?

Perjanjian Kerja Bersama (PKB) adalah perjanjian yang merupakan hasil perundingan antara serikat pekerja atau beberapa serikat pekerja yang tercatat pada instansi yang bertanggung jawab di bidang ketenagakerjaan dengan pengusaha, atau beberapa pengusaha atau perkumpulan pengusaha yang memuat syarat-syarat kerja, hak, dan kewajiban kedua belah pihak. Berbeda dengan Peraturan Perusahaan (PP) yang dibuat secara sepihak oleh pengusaha, PKB melibatkan dialog dua arah.

Keberadaan contoh PKB perusahaan menunjukkan tingkat kedewasaan hubungan industrial di sebuah perusahaan. Di sini, karyawan melalui serikat pekerja memiliki suara untuk menentukan bagaimana standar kesejahteraan dan mekanisme kerja dijalankan. PKB berlaku paling lama 2 tahun dan dapat diperpanjang paling lama 1 tahun berdasarkan kesepakatan tertulis.

Dokumen resmi Perjanjian Kerja Bersama PKB
Dokumen PKB harus ditandatangani oleh perwakilan manajemen dan serikat pekerja serta didaftarkan ke Dinas Tenaga Kerja.

Perbedaan Signifikan PKB dan Peraturan Perusahaan

Banyak yang sering tertukar antara PKB dan Peraturan Perusahaan (PP). Untuk memudahkan pemahaman Anda, berikut adalah tabel perbandingan yang menonjolkan perbedaan mendasar di antara keduanya:

Aspek PerbedaanPeraturan Perusahaan (PP)Perjanjian Kerja Bersama (PKB)
Pihak PenyusunDibuat secara sepihak oleh pengusaha.Dibuat melalui perundingan pengusaha dan serikat pekerja.Syarat KeberadaanWajib jika mempekerjakan min. 10 orang dan belum ada PKB.Wajib jika ada serikat pekerja yang memenuhi kuorum anggota.
Masa BerlakuMaksimal 2 tahun, wajib diperbarui.Maksimal 2 tahun, dapat diperpanjang 1 tahun.
PengesahanDisahkan oleh Menteri atau pejabat yang ditunjuk.Didaftarkan ke instansi ketenagakerjaan terkait.

Melalui tabel di atas, terlihat bahwa contoh PKB perusahaan memiliki nilai tawar yang lebih tinggi bagi karyawan karena adanya proses negosiasi di dalamnya. PKB sering kali mencakup detail yang lebih spesifik mengenai kesejahteraan yang tidak diatur secara detail dalam undang-undang umum.

Struktur dan Komponen Utama dalam Contoh PKB Perusahaan

Sebuah contoh PKB perusahaan yang lengkap biasanya terdiri dari beberapa bab utama. Berikut adalah komponen yang wajib masuk dalam draf PKB Anda:

  • Ketentuan Umum: Menjelaskan istilah-istilah yang digunakan dalam dokumen agar tidak terjadi salah tafsir.
  • Pengakuan Hak-Hak: Pengakuan pengusaha terhadap serikat pekerja dan pengakuan serikat terhadap fungsi manajemen perusahaan.
  • Hubungan Kerja: Mengatur tentang penerimaan karyawan, masa percobaan, hingga pengangkatan karyawan tetap.
  • Waktu Kerja dan Istirahat: Detail mengenai jam kerja, lembur, serta waktu istirahat mingguan dan tahunan.
  • Pengupahan dan Kesejahteraan: Struktur upah, tunjangan hari raya (THR), bonus, serta jaminan sosial (BPJS Kesehatan dan Ketenagakerjaan).
  • Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3): Kewajiban perusahaan menyediakan alat pelindung diri dan lingkungan kerja yang aman.
  • Tindakan Disiplin: Prosedur pemberian surat peringatan (SP) hingga mekanisme PHK.
  • Penyelesaian Keluh Kesah: Cara karyawan menyampaikan keberatan tanpa rasa takut akan intimidasi.
"Hubungan industrial yang harmonis bukan berarti tanpa konflik, melainkan memiliki mekanisme penyelesaian konflik yang disepakati bersama dalam PKB." - Pakar Hukum Ketenagakerjaan.

Detail Contoh Isi Pasal dalam PKB

Untuk memberikan gambaran nyata, mari kita bedah salah satu pasal krusial dalam contoh PKB perusahaan, yaitu mengenai kompensasi dan tunjangan. Dalam PKB yang baik, rincian tunjangan tidak boleh hanya menyebutkan angka, tetapi juga kriteria pemberiannya.

Misalnya, pasal mengenai Tunjangan Transportasi dapat ditulis sebagai berikut: "Perusahaan memberikan tunjangan transportasi harian sebesar Rp50.000 bagi karyawan yang hadir bekerja di kantor (WFO), yang dibayarkan bersamaan dengan gaji bulanan." Penulisan yang spesifik seperti ini mencegah perselisihan di kemudian hari jika terjadi perubahan skema kerja seperti WFH.

Selain itu, pasal mengenai Cuti Khusus juga sering menjadi sorotan. Dalam PKB, perusahaan dan serikat pekerja bisa menyepakati cuti yang lebih baik dari standar UU, seperti cuti ayah (paternity leave) selama 1 minggu, yang mana dalam undang-undang standar mungkin hanya diberikan 2 hari.

Karyawan sedang berdiskusi mengenai aturan perusahaan
Partisipasi aktif karyawan dalam memahami PKB akan meningkatkan keterikatan (engagement) terhadap perusahaan.

Langkah-Langkah Pembuatan PKB yang Sah

Menyusun contoh PKB perusahaan tidak bisa dilakukan semalam. Ada tahapan legalistik dan sosiologis yang harus dilalui agar dokumen ini memiliki kekuatan hukum yang mengikat:

  1. Persiapan dan Pendataan: Serikat pekerja harus memastikan mereka memiliki jumlah anggota yang cukup (lebih dari 50% dari total karyawan atau mendapatkan dukungan mayoritas melalui pemungutan suara).
  2. Pembentukan Tim Perunding: Masing-masing pihak (manajemen dan serikat) menunjuk wakilnya sebagai tim perunding dengan jumlah maksimal 9 orang per pihak.
  3. Penyusunan Tata Tertib Perundingan: Sebelum membahas isi, kedua pihak harus sepakat mengenai jadwal, tempat, dan biaya perundingan.
  4. Perundingan Materi PKB: Ini adalah tahap paling krusial di mana kedua pihak saling bernegosiasi mengenai pasal-pasal yang akan dicantumkan.
  5. Penandatanganan: Setelah naskah final disepakati, dilakukan penandatanganan di atas materai.
  6. Pendaftaran: Pengusaha mendaftarkan PKB tersebut ke instansi ketenagakerjaan (Disnaker) untuk mendapatkan nomor pendaftaran.

Mengapa Perusahaan Besar Selalu Memiliki PKB?

Mungkin Anda bertanya, mengapa perusahaan sekelas PT Telkom Indonesia, PT Pertamina, atau manufaktur besar lainnya selalu mengandalkan PKB? Alasannya adalah kepastian hukum. Dengan adanya PKB, perusahaan memiliki standar ganda dalam mitigasi risiko hukum. Jika terjadi sengketa, hakim di Pengadilan Hubungan Industrial (PHI) akan merujuk pada PKB sebagai hukum otonom yang berlaku di perusahaan tersebut.

Selain itu, contoh PKB perusahaan yang kompetitif sering kali dijadikan alat employer branding. Calon kandidat talenta terbaik akan lebih tertarik bergabung dengan perusahaan yang memiliki PKB karena dianggap memiliki transparansi dan sistem yang lebih adil dibandingkan perusahaan yang hanya memiliki PP sepihak.

Kesepakatan antara pengusaha dan serikat pekerja
Kesepakatan PKB yang adil menjadi fondasi pertumbuhan bisnis berkelanjutan dan kesejahteraan pekerja.

Kesimpulan dan Rekomendasi

Penyusunan contoh PKB perusahaan adalah langkah strategis untuk menciptakan iklim kerja yang kondusif. PKB yang disusun secara hati-hati akan meminimalisir demonstrasi, mogok kerja, atau tuntutan hukum yang melelahkan. Bagi manajemen, PKB memberikan kejelasan biaya tenaga kerja (budgeting) jangka panjang, sementara bagi karyawan, PKB memberikan rasa aman akan masa depan karir mereka.

Jika perusahaan Anda saat ini belum memiliki PKB dan sudah memiliki serikat pekerja, segeralah memulai inisiasi dialog. Gunakan referensi contoh PKB perusahaan yang sudah ada di industri sejenis sebagai pembanding, namun tetap sesuaikan dengan kemampuan finansial dan kondisi operasional perusahaan Anda sendiri. Ingatlah bahwa PKB yang terbaik adalah PKB yang bisa dijalankan secara konsisten oleh kedua belah pihak.

Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow