Contoh Soal Siklus Akuntansi Perusahaan Dagang Lengkap
Memahami siklus akuntansi perusahaan dagang merupakan pondasi krusial bagi siapa saja yang ingin mendalami dunia keuangan bisnis maupun bagi pelajar yang sedang mempersiapkan ujian. Berbeda dengan perusahaan jasa, perusahaan dagang memiliki kompleksitas tersendiri karena melibatkan pengelolaan persediaan barang dagangan, perhitungan harga pokok penjualan (HPP), serta transaksi retur yang sering terjadi. Artikel ini akan menyajikan contoh soal siklus akuntansi perusahaan dagang beserta jawabannya secara komprehensif untuk membantu Anda menguasai setiap tahapan secara sistematis.
Dalam praktiknya, siklus akuntansi dimulai dari identifikasi transaksi melalui bukti fisik seperti faktur atau kuitansi, yang kemudian dicatat ke dalam jurnal. Bagi perusahaan dagang dengan volume transaksi tinggi, penggunaan jurnal khusus menjadi sangat penting untuk efisiensi. Tanpa pemahaman yang kuat mengenai alur ini, risiko kesalahan dalam pelaporan laba rugi akan meningkat tajam, yang berujung pada pengambilan keputusan bisnis yang keliru.

Karakteristik Utama Akuntansi Perusahaan Dagang
Sebelum masuk ke dalam contoh soal, penting untuk diingat bahwa perusahaan dagang memperoleh pendapatan dengan cara membeli barang dari pemasok dan menjualnya kembali kepada pelanggan tanpa mengubah bentuk fisik barang tersebut. Hal ini memunculkan beberapa akun spesifik yang tidak ditemukan pada perusahaan jasa, seperti:
- Pembelian dan Penjualan: Akun utama untuk mencatat keluar masuknya barang.
- Persediaan Barang Dagangan: Aset lancar yang menunjukkan stok yang tersedia.
- Beban Angkut: Biaya pengiriman barang (FOB Shipping Point atau FOB Destination).
- Potongan dan Retur: Pengurangan harga akibat pembayaran cepat atau pengembalian barang rusak.
Siklus ini bersifat repetitif dan harus dilakukan dengan ketelitian tinggi, terutama pada saat melakukan rekonsiliasi stok fisik dengan catatan buku besar di akhir periode akuntansi.
Contoh Soal Siklus Akuntansi Perusahaan Dagang
Untuk mempermudah pemahaman, mari kita perhatikan studi kasus pada PD Jaya Makmur selama bulan Desember 2023. Perusahaan ini menggunakan metode Periodik dalam pencatatan persediaannya.
Berikut adalah transaksi yang terjadi selama bulan Desember:
| Tanggal | Keterangan Transaksi |
|---|---|
| 1 Des | Persediaan awal barang dagangan senilai Rp15.000.000. |
| 3 Des | Membeli barang dagangan dari PT Supplier seharga Rp10.000.000 dengan syarat 2/10, n/30. |
| 5 Des | Menjual barang dagangan secara tunai kepada Toko Ritel seharga Rp5.000.000. |
| 7 Des | Mengembalikan barang yang rusak ke PT Supplier senilai Rp1.000.000 (Retur Pembelian). |
| 10 Des | Menjual barang dagangan kepada CV Maju seharga Rp12.000.000 dengan syarat 3/15, n/45. |
| 12 Des | Membayar utang kepada PT Supplier atas transaksi tanggal 3 Desember setelah dikurangi retur. |
| 15 Des | Menerima kembali barang dari CV Maju karena tidak sesuai pesanan senilai Rp2.000.000. |
| 20 Des | Menerima pelunasan piutang dari CV Maju atas transaksi tanggal 10 Desember. |
| 25 Des | Membayar beban gaji karyawan sebesar Rp3.000.000. |
| 31 Des | Persediaan akhir barang dagangan setelah stock opname adalah Rp12.000.000. |

Jawaban dan Pembahasan Jurnal Umum
Berdasarkan data di atas, berikut adalah pencatatan ke dalam Jurnal Umum (Metode Periodik):
Catatan: Dalam metode periodik, pembelian barang dagangan langsung dicatat pada akun "Pembelian", bukan pada akun "Persediaan".
- 3 Des: (Debit) Pembelian Rp10.000.000; (Kredit) Utang Dagang Rp10.000.000.
- 5 Des: (Debit) Kas Rp5.000.000; (Kredit) Penjualan Rp5.000.000.
- 7 Des: (Debit) Utang Dagang Rp1.000.000; (Kredit) Retur Pembelian Rp1.000.000.
- 10 Des: (Debit) Piutang Dagang Rp12.000.000; (Kredit) Penjualan Rp12.000.000.
- 12 Des: (Debit) Utang Dagang Rp9.000.000; (Kredit) Kas Rp8.820.000; (Kredit) Potongan Pembelian Rp180.000. (Hitungan: 2% x 9.000.000).
- 15 Des: (Debit) Retur Penjualan Rp2.000.000; (Kredit) Piutang Dagang Rp2.000.000.
- 20 Des: (Debit) Kas Rp9.700.000; (Debit) Potongan Penjualan Rp300.000; (Kredit) Piutang Dagang Rp10.000.000. (Hitungan: 3% x 10.000.000).
- 25 Des: (Debit) Beban Gaji Rp3.000.000; (Kredit) Kas Rp3.000.000.
Penyusunan Neraca Saldo
Setelah melakukan posting dari jurnal ke buku besar, langkah selanjutnya dalam siklus akuntansi perusahaan dagang adalah menyusun neraca saldo. Neraca saldo berfungsi untuk memastikan bahwa total debit dan kredit berada dalam posisi seimbang (balance) sebelum dilakukan penyesuaian.
Data saldo sementara (asumsi setelah posting):
- Kas: Rp20.520.000 (Saldo awal diasumsikan ada)
- Piutang Dagang: Rp0 (Sudah lunas)
- Persediaan (Awal): Rp15.000.000
- Utang Dagang: Rp0
- Penjualan: Rp17.000.000
- Pembelian: Rp10.000.000
- Retur Pembelian: Rp1.000.000
- Potongan Pembelian: Rp180.000
- Retur Penjualan: Rp2.000.000
- Potongan Penjualan: Rp300.000
- Beban Gaji: Rp3.000.000

Laporan Keuangan: Perhitungan Laba Rugi
Langkah yang paling dinanti adalah menyusun laporan laba rugi. Komponen terpenting di sini adalah menghitung Harga Pokok Penjualan (HPP). Berikut adalah simulasinya:
- Pembelian Bersih: (Pembelian - Retur Pembelian - Potongan Pembelian) = Rp10.000.000 - Rp1.000.000 - Rp180.000 = Rp8.820.000.
- Barang Tersedia untuk Dijual: (Persediaan Awal + Pembelian Bersih) = Rp15.000.000 + Rp8.820.000 = Rp23.820.000.
- HPP: (Barang Tersedia untuk Dijual - Persediaan Akhir) = Rp23.820.000 - Rp12.000.000 = Rp11.820.000.
- Penjualan Bersih: (Penjualan - Retur Penjualan - Potongan Penjualan) = Rp17.000.000 - Rp2.000.000 - Rp300.000 = Rp14.700.000.
- Laba Kotor: (Penjualan Bersih - HPP) = Rp14.700.000 - Rp11.820.000 = Rp2.880.000.
- Laba Bersih: (Laba Kotor - Beban Operasional) = Rp2.880.000 - Rp3.000.000 = (Rp120.000) RUGI.
Berdasarkan perhitungan di atas, PD Jaya Makmur mengalami kerugian bersih sebesar Rp120.000 pada periode Desember 2023. Hal ini menunjukkan pentingnya analisis biaya operasional dibandingkan dengan volume penjualan yang dicapai.
Kesimpulan dan Tips Akurasi
Menguasai contoh soal siklus akuntansi perusahaan dagang beserta jawabannya memerlukan latihan yang konsisten. Kunci utama keberhasilan terletak pada ketelitian saat mencatat jurnal khusus dan keakuratan dalam melakukan stock opname untuk menentukan persediaan akhir. Pastikan Anda selalu melakukan pengecekan ulang pada setiap angka yang dipindahkan dari satu buku ke buku lainnya.
Gunakanlah perangkat lunak akuntansi jika volume transaksi mulai tidak terkendali secara manual, namun tetap pahami logika dasarnya agar Anda dapat mendeteksi jika terjadi anomali data. Dengan memahami siklus ini, Anda tidak hanya sekadar mencatat angka, tetapi juga mampu membaca kesehatan finansial sebuah bisnis perdagangan secara utuh.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow