IPAL Pancoran Beroperasi, Atasi Limbah Domestik dan Cemaran Lingkungan
- Ratusan Rumah Belum Miliki Pengolahan Limbah
- Sucofindo Bangun IPAL untuk Dukung Pengelolaan Lingkungan
- Fasilitas IPAL Dilengkapi Jaringan Pipa Penghubung
- Pengujian Kualitas Air Limbah Dilakukan Sebelum dan Sesudah IPAL Beroperasi
- Kualitas Air Limbah Meningkat Signifikan
- Dampak Positif Pengoperasian IPAL
- Harapan untuk Lingkungan yang Lebih Baik
Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) komunal di wilayah Pancoran, Jakarta Selatan, kini beroperasi untuk mengatasi masalah limbah domestik yang berpotensi mencemari lingkungan. Fasilitas ini hadir sebagai solusi bagi ratusan rumah yang belum memiliki sistem pengolahan limbah memadai.
Ratusan Rumah Belum Miliki Pengolahan Limbah
Berdasarkan data, terdapat 627 rumah di Pancoran yang belum memiliki sistem pengolahan limbah domestik, baik black water maupun grey water. Kondisi ini meningkatkan risiko pencemaran sumber daya air akibat pembuangan limbah yang tidak diolah.
Sucofindo Bangun IPAL untuk Dukung Pengelolaan Lingkungan
Kepala Unit Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) Sucofindo, Nuri Hidayat, menyatakan bahwa pembangunan IPAL ini merupakan bagian dari upaya mendukung pengelolaan lingkungan dan sanitasi.
"Melalui Program TJSL ini, SUCOFINDO tidak hanya menghadirkan solusi infrastruktur lingkungan, tetapi juga memastikan keberlanjutan manfaatnya melalui pengujian air melalui laboratorium SUCOFINDO. Kami berharap IPAL ini dapat meningkatkan kualitas lingkungan sekaligus kesehatan masyarakat di Kelurahan Pancoran," ujar Nuri Hidayat.
Fasilitas IPAL Dilengkapi Jaringan Pipa Penghubung
Instalasi yang dibangun berupa tangki septik komunal lengkap dengan jaringan pipa penghubung di dua lokasi berbeda. Fasilitas ini diperuntukkan bagi warga yang belum memiliki instalasi pengolahan limbah pribadi.
Pengujian Kualitas Air Limbah Dilakukan Sebelum dan Sesudah IPAL Beroperasi
Selain pembangunan fisik, Sucofindo juga melakukan pengujian laboratorium untuk memantau perubahan kualitas air limbah sebelum dan sesudah IPAL beroperasi. Pengujian ini menggunakan parameter Biochemical Oxygen Demand (BOD), Chemical Oxygen Demand (COD), dan Total Suspended Solid (TSS).
Kualitas Air Limbah Meningkat Signifikan
"Hasil pengujian (melalui parameter BOD, COD, dan TSS) menunjukkan bahwa kualitas air limbah meningkat, ditandai dengan turunnya kadar bahan pencemar utama yang sebelumnya melebihi baku mutu, setelah IPAL beroperasi mengalami penurunan signifikan sehingga IPAL terbukti efektif dalam mengurangi potensi pencemaran lingkungan," jelas Nuri Hidayat.
Dampak Positif Pengoperasian IPAL
Dengan beroperasinya IPAL ini, diharapkan pembuangan limbah domestik secara langsung ke lingkungan dapat berkurang secara signifikan, sehingga risiko pencemaran air dapat ditekan.
Manfaat IPAL untuk Masyarakat
IPAL ini memberikan manfaat signifikan bagi masyarakat, antara lain:
- Mengurangi pencemaran lingkungan
- Meningkatkan kualitas air
- Menciptakan lingkungan yang lebih sehat
Keberlanjutan Program TJSL Sucofindo
Sucofindo berkomitmen untuk terus mendukung program-program TJSL yang berkelanjutan, termasuk pengelolaan lingkungan dan sanitasi, demi meningkatkan kualitas hidup masyarakat.
Harapan untuk Lingkungan yang Lebih Baik
Dengan beroperasinya IPAL di Pancoran, diharapkan kualitas lingkungan dan kesehatan masyarakat setempat dapat meningkat secara signifikan. Inisiatif ini menjadi langkah penting dalam menjaga kelestarian lingkungan dan menciptakan lingkungan yang lebih sehat bagi generasi mendatang.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow