Kemenperin Lahirkan 7.691 SDM Industri Kompeten di 2025
- SDM Unggul sebagai Kunci Industrialisasi
- Program Strategis BPSDMI Kemenperin
- Lulusan Vokasi Siap Kerja
- Pelatihan Vokasi untuk Tenaga Kerja Industri
- Implementasi Industri 4.0
- Sertifikasi Kompetensi dan Pengembangan Karier
- Mendorong Wirausaha Industri Baru
- Dukungan Program Magang Nasional
- Peningkatan Kompetensi Aparatur
Kementerian Perindustrian (Kemenperin) mencatat keberhasilan melahirkan 7.691 Sumber Daya Manusia (SDM) industri kompeten sepanjang tahun 2025. Langkah ini merupakan bagian dari implementasi Strategi Baru Industrialisasi Nasional (SBIN) untuk memperkuat fondasi pembangunan industri nasional.
SDM Unggul sebagai Kunci Industrialisasi
Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita menegaskan, ketersediaan SDM unggul adalah prasyarat utama untuk mempercepat industrialisasi nasional.
"Asta Cita sebagai misi pembangunan nasional menekankan pembangunan manusia unggul, percepatan industrialisasi, hilirisasi berkelanjutan, serta transformasi digital dan inovasi teknologi. Seluruh agenda tersebut mensyaratkan ketersediaan SDM industri yang kompeten sebagai penggerak utama," kata Agus, dikutip dari keterangan tertulis, Rabu (31/12/2025).
Program Strategis BPSDMI Kemenperin
Pencapaian ini merupakan hasil dari berbagai program strategis yang dijalankan oleh Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Industri (BPSDMI) Kemenperin, meliputi pendidikan vokasi industri, pelatihan vokasi industri, hingga penguatan kompetensi industri 4.0.
Lulusan Vokasi Siap Kerja
Kepala BPSDMI Doddy Rahadi menjelaskan, pada tahun 2025, unit pendidikan tinggi vokasi dan SMK di bawah Kemenperin telah menghasilkan 5.386 lulusan dengan kompetensi yang sesuai dengan kebutuhan industri manufaktur.
"Lulusan vokasi Kemenperin dipersiapkan agar siap kerja dan adaptif terhadap perkembangan teknologi industri. Hasilnya, tingkat serapan lulusan ke industri pada tahun 2025 mencapai 68% pada saat setelah lulus dan akan mencapai 100% dalam waktu enam bulan setelah waktu kelulusan," kata Doddy.
Peningkatan Minat pada Vokasi Industri
Kemenperin saat ini menaungi 11 politeknik, 2 akademi komunitas, dan 9 SMK vokasi industri yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia. Tingginya tingkat serapan lulusan turut meningkatkan minat masyarakat untuk menempuh pendidikan vokasi industri.
Pada Jalur Penerimaan Vokasi Industri (JARVIS) 2025, tercatat 82,8 ribu pendaftar politeknik dan akademi komunitas, serta 28,8 ribu pendaftar SMK. Animo pendaftar politeknik dan akademi komunitas mencapai rasio 1:18,2, sementara animo pendaftar SMK mencapai 1:10.
Pelatihan Vokasi untuk Tenaga Kerja Industri
Selain pendidikan formal, BPSDMI juga memperkuat kompetensi tenaga kerja industri melalui program pelatihan vokasi. Pada tahun 2025, sebanyak 2.305 tenaga kerja industri telah dilatih melalui program pelatihan di 7 Balai Diklat Industri, yang mencakup pelatihan skilling, reskilling, upskilling, serta pelatihan berbasis kemitraan dengan industri.
Implementasi Industri 4.0
Sejalan dengan program Making Indonesia 4.0, BPSDMI melalui Pusat Industri Digital Indonesia (PIDI) 4.0 juga menyelenggarakan berbagai pelatihan berbasis industri 4.0 yang diikuti oleh 130 peserta. Selain itu, pendampingan dan konsultasi implementasi industri 4.0 juga diberikan kepada tiga perusahaan industri untuk mempercepat transformasi digital.
Sertifikasi Kompetensi dan Pengembangan Karier
Dalam rangka mendukung pengembangan karier tenaga kerja industri, BPSDMI bekerja sama dengan 48 Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) untuk memfasilitasi sertifikasi kompetensi bagi 190 tenaga kerja industri. BPSDMI juga terus menyusun dan memperbarui Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI) serta Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia (KKNI) untuk memastikan keselarasan kompetensi SDM dengan kebutuhan industri.
Mendorong Wirausaha Industri Baru
Tak hanya menyiapkan tenaga kerja siap kerja, BPSDMI juga mendorong lahirnya wirausaha industri baru melalui program Inkubator Bisnis Balai Diklat Industri. Pada tahun 2025, program ini telah membina 27 wirausaha baru di berbagai sektor industri dengan total omzet mencapai Rp 8,6 miliar.
Dukungan Program Magang Nasional
Kemenperin aktif mendukung Program Magang Nasional sebagai upaya mempercepat penyiapan tenaga kerja muda sebelum memasuki dunia industri. Pada batch ketiga program tersebut, Kemenperin menyediakan 635 lowongan magang di 54 satuan kerja, dengan jumlah pendaftar mencapai 13.377 orang.
Peningkatan Kompetensi Aparatur
Penguatan kapasitas internal juga terus dilakukan melalui peningkatan kompetensi aparatur. Pada tahun 2025, Kemenperin telah melatih 1.178 aparatur sipil negara (ASN) melalui 35 program pelatihan, guna mewujudkan SMART ASN yang berintegritas, profesional, adaptif, dan berorientasi pelayanan.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow